Catatan Harian

Menjelang Pulang

Sore itu semua santri bergembira ria, membereskan beberapa barang yang akan dibawa pulang.

“Ukhti besok kita pulang. Yee!” Sorak seorang santri seolah menyambut kedatanganku saat aku sampai di ruangan mereka.

Aku hanya tersenyum menyusuri setiap ranjang kasur mereka. Beberapa diantara mereka ada yang tengah sibuk memasukkan baju-baju ke dalam koper. Aku menghampiri salah seorang diantara mereka.

“Kamu kok enggak beres-beres? Atau sudah beres?” tanyaku.

Anak itu diam, sambil menggelengkan kepala. Lalu pandangannya beralih pada teman sekasurnya yang sedang sibuk menata isi koper. Merasa ada yang janggal dengan tingkah anak itu, aku pun duduk di tepi ranjangnya.

“Besok kan pulang, pasti seneng ketemu sama orangtua,” kataku.

“Tidak ukhti, aku lebih suka berada di sini,” jawabnya. Disini yang dimaksud adalah asrama.

“Lho dirumah kan ada ummi dan abi.” Jawabku menyebut panggilan kedua orangtuanya.

“Dirumah sepi ukhti. Kalau di sini kan ada ukhti, temen-temen banyak bikin suasana jadi ramai. Belum lagi suka pada ngingetin untuk buat kebaikan.” Jawabnya dengan pandangan menatap ujung-ujung jari kakinya.

Aku menghela nafas, belum sempat aku menjawab..

“Ummi sama Abi cerai ukhti. Dirumah tidak ada orang selain aku dan Abi. Dan abi sibuk bekerja. Jadi kalau pulang percuma, aku akan sendirian.” Tambahnya.

Aku terdiam, mulutku terkunci. Anak itu lalu mengalihkan pandangannya padaku dengan mata berkaca-kaca. Bingung entah harus menjawab apa, aku pun justru memeluknya, membiarkannya menangis.

Untuk mereka yang merindukkan kehangatan rumah,

13/07/18

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *