Catatan Harian

Boneka Doraemon

Dear My Student,
Hallo bagaimana kabarmu disana nak? Maafkan aku yang masih saja menangis teringat dirimu. Well, aku disini alhamdulillah baik nak, terus mencoba untuk melepaskan juga mengikhlaskan kepergianmu.
Aku mau cerita lagi hari ini, boleh? Semoga kamu disana tak bosan ya nak mendengar celotehanku. Jika hari kemarin kamu yang sering cerita kini giliranku ya :’).
As usually, every Friday and Saturday I go to campus include for this today. Kamu juga sudah hafal jadwalku kan? Oh iya, barang-barangmu masih ada diasrama, tadinya aku akan merapikan semuanya dan akan kutitipkan pada saudaramu yang aku dengar kabarnya akan kesini besok. Tapi lain lagi, ternyata saudaramu datang hari tadi saat aku sedang berada dikampus. Mereka membawa semua barang-barangmu nak, tapi aku mendapatkan pesan bahwa Ibumu memberikan barang kesayanganmu untukku, boneka Doraemon. Boneka yang selalu kamu peluk tiap kamu tidur atau ketika kamu sedang bete, atau terakhir kali aku sering melihatmu saat halaqah daurah Al-Qur’an, bulan Agustus kemarin. Sambil menghafal kamu memeluk boneka itu. Sesekali jika kamu tidak ada aku juga suka memeluk boneka itu, gemes rasanya. Boneka dengan ukuran besar dan sangat nyaman untuk dipeluk. Sampai suatu ketika aku tertangkap basah dan baru tahu jika itu adalah boneka milikmu.
“Ini boneka siapa?”  Tanyaku pada teman-temanmu sambil memeluk bonekamu. Saat itu keadaan ruangan halaqah sedang sepi.
“Ukhti suka ya sama bonekanya?” Jawab temanmu itu. Dan aku hanya tersenyum.
“Punya Hilma ukhti, Hilma kan suka doraemon.”  Lanjut temanmu dan aku masih memeluk bonekamu. Lalu tiba-tiba kamu datang dan aku kaget sekaligus malu.
“Hilma ukhti pinjem dulu ya bonekanya.”  Kataku menutupi rasa malu.
“Iya ukhti sok aja.” Jawabmu menganggukkan kepala lalu pergi keluar ruangan lagi.
Kamu ingat itu nak?
Kini bonekamu ada diranjang kasurku. Melihatnya serasa aku melihatmu. Jika kemarin setiap malam bonekamu kamu yang peluk, kini giliranku yang memeluknya.
Entah mengapa Ibumu justru memberikan barang kesayanganmu padaku nak. Atau kamu pernah bilang atau menuliskan surat pada ibumu? Entahlah aku tak tahu. Yang jelas kini boneka kesayanganmu akan aman bersamaku.
Sudah dulu ya ceritanya hari ini. Aku akan berangkat aktifitas lagi seperti biasa. Sedih sih, ketika shubuh tadi aku lupa kalau kamu sudah tak berada disini lagi. Terima kasih untuk bonekanya ya!

With love,

Ukhtimu Yang Childish

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *