Catatan Harian

Perasaan Yang Ingin Disampaikan # Surat 6

Dear September,

Hai, hallo! Selamat malam. Bagaimana kabarmu? Maaf suratku mulai terlambat lagi, aku sibuk sekali di semester sekarang. Ditambah lagi pekerjaanku yang begitu padat dan aku tidak mendapatkan jatah libur sama sekali. Well, sebenarnya ada sih dua hari, tapi kan dua hari itu aku pakai untuk mencari ilmu. It’s ok never mind. Aku akan tetap gigih memperjuangkan cita-citaku. Kabarku di sini alhamdulillah baik. Oh ya, kamu sekarang sudah semester akhir kan? Lagi sibuk nyusun skripsi ya? Semoga lancar yaa nulis skripsinya.

Benar katamu dulu, hidup itu keras. Dan kadang hidup itu enggak adil. Ada orang yang harus berusaha keras untuk meraih mimpi-mimpinya. Tapi ada juga orang yang tak perlu usaha keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Dan aku ada di bagian orang yang harus extra dalam meraih mimpi.

Setelah aku menyimpan nomormu itu, tiba-tiba di malam minggu aku mendapati sebuah notifikasi pesan masuk.

Lg d rmh?

Isi pesan darimu membuatku mengerutkan kening.

Ya

Aku hanya membalas singkat. Dan aku kembali menyalin beberapa pr untuk besok. Jarum jam baru saja menunjukkan angka 19.30

Saya di depan rumah. 

Balasmu lagi cepat. Dan aku segera berdiri dari kursi-meja belajarku. Mengintip dari balik jendela kamar dan melihat ada seseorang yang sedang menunggu di depan gerbang pintu rumah sambil menaiki motor Vespa. Jantungku berdegup kencang, mau ngapain dia kerumah? Aku bertanya pada diriku sendiri. Kamu tahu? Seumur-umur baru pertama kalinya ada cowok yang datang ke rumahku. Mungkin karena aku lama membalas pesanmu maka hp nokiaku dengan type 3310 berdering; pertanda telfon masuk.

“Hallo.” Kataku gugup.
“Kamu dirumah kan? Cepet keluar. Lama banget sih!”
“Iya tapi kamu mau ngapain?”

“Nisa, Nis. Ini ada temanmu datang.” Teriak bapakku dan aku mendengar percakapan kecil antara kamu dan bapakku.
“Iya tunggu sebentar.” Jawabku. Aku segera mengenakan jaket dan kerudung.

“Jadi Nisa mau pergi kemana?” Tanya bapakku padaku saat aku menghampiri kalian yang tengah duduk dikursi ruang tamu dan aku mengerutkan kening tidak mengerti.
“Jadi begini pak, saya mau minta anter Nisa buat beli buku yang harus dikumpulkan besok. Kebetulan saya kurang tahu harus buku yang seperti apa yang diminta guru itu.” Katamu dan sontak itu membuatku terkejut.
“Enggak apa-apa kan pak? Cuma sebentar kok. Nanti saya antar lagi pulangnya.” Katamu lagi sopan dan aku masih bengong tak percaya.
“Oh begitu, ya sudah paling malam sampai jam 9 ya. Bapak tunggu kamu pulang.” Jawab bapakku. dan aku hanya mengangguk.

Setelah ganti baju aku segera pamit dan menaiki motor Vespa miliknya.

“Cepetan naik.” Perintahmu galak. Entah mengapa dihadapan bapakku kamu terlihat sopan sekali dan ingin rasanya aku mencibir perbuatanmu itu.
“Aku pakai rok. Susah naiknya. Turun terus tuh, licin.” Jawabku. Aku memilih duduk menyamping karena aku menggunakan rok.
“Kamu pakai rangkapan celana panjang kan?”
“Terus?”
“Ya udah tinggal duduk biasa, enggak usah nyamping. Auratmu enggak akan terlihat ini masih bisa tertutup sama rokmu.” 

Lalu aku menuruti perintahnya. Untung aku memakai celana panjang.

“Pegangannya ke jok aja. Enggak usah pegang pinggang saya. Haram.” Katamu lagi.
“Iya bawel. Lagi pula amit-amit megang pinggang kamu.” Jawabku dan kamu segera melajukan motor.

Selama diperjalanan aku dan kamu hanya diam sibuk dengan fikiran masing-masing. Aku memikirkan masa kecilku dulu dibonceng naik motor vespa oleh Ua dan bapak. Sedangkan kamu? Aku tak tahu kamu sedang memikirkan apa. Aku punya cukup kenangan yang indah dengan Vespa selama masa kecilku. Dan diusiaku ke 15 ini terulang kembali, menaiki motor vespa bersamamu.

Kamu memberhentikan motor di tempat parkiran Mall terbesar dikotaku. Lalu kamu berjalan duluan dan aku mengekor dari belakang. Menaiki escalator menuju lantai 2 dan tibalah di bookstore.

“Cari buku yang harus dikumpulkan besok.” Perintahmu.
“Kamu fikir aku ini pembantu kamu?” Kataku nyolot merasa diperintah seenaknya.
“Cepetan! Nanti bapak kamu marah kalau sampai pulangnya telat.” Jawabmu santai dan aku hanya manyun lalu mencari buku agama yang berkaitan dengan Al-Qur’an yang harus dikumpulkan besok. Sebenarnya yang mengumpulkan buku ini adalah mereka yang tidak lulus ujian tahfidz. Jadi selain harus mengulang lagi hafalan, mereka juga harus mengumpulkan buku bacaan yang berkaitan dengan Al-Qur’an.

Setelah aku mendapatkan buku yang dicari lalu kamu membayarnya dikasir dan selama itu tidak ada percakapan di antara kita. Dan yang paling menyebalkan lagi selain aku dikacangin kamu sibuk dengan ponselmu. Setelah dilantai  1 bukannya langsung menuju lantai G untuk keparkiran, kamu malah belok arah  menuju tempat escream dan aku tetap mengekormu sambil diam tak banyak berkomentar.

“Polos atau coklat?” Tanyamu.
“Coklat.” Jawabku.
“Escream coklat cone 2.” Pesanmu dan aku sudah duduk dibangku.

“Nih.” Katamu menyerahkan escream coklat padaku lalu kamu merogoh saku jaketmu dan mengeluarkan ponselmu untuk diletakkan di meja.
“Makasih.” Ucapku dan kamu hanya menganggukan kepala sambil memainkan ponsel lalu kamu letakkan kembali dimeja percis dihadapanku. Selang berapa menit, ponselmu berdering dan aku melihat nama panggilan masuk itu.

“Eh sorry.” Katamu langsung mengambil ponselmu, mengangkatnya dan pergi menjauh dari ku. Aku hanya mengerutkan kening, apa jangan-jangan?
“Udah makan es nya?” Tanyamu setelah selesai mengangkat telefon itu. Aku hanya mengangguk dan tak menjawabnya.
“Yuk kita pulang.” Katamu lagi dan aku masih diam. Membuntutimu dari belakang dengan hati bertanya-tanya.
“Makasih ya udah antar saya beli buku ini. Saya pamit. Assalamu’alaikum.”
“Wa’alaikum salam.” Jawabku dingin dengan tatapan kosong.

Kamu tahu bagaimana perasaanku saat itu? Setelah kamu ajak aku ke bookstore, membelikan escream, lalu ternyata kamu sedang asyik berkirim sms sampai akhirnya telfon masuk dari dia dan kamu mengangkatnya persis dihadapanku lalu pergi menjauh agar aku tak medengar percakapanmu dengannya?

Maaf jika ternyata dugaanmu salah. Akan kuceritakan dilain surat.

Salam,

Annisa 
  

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

0 Comments

  1. Avatar

    nice 🙂 keep write

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *