Semenjak hari itu
Hari dimana kamu putuskan untuk kita saling percaya
Walau jarak yang memisahkan
Walau pertemuan yang hanya sebatas ilusi
Maka aku pun percaya sepenuhnya padamu
Pertemuan akan terjadi
Juga kisah-kasih ini akan tetap berlangsung
Itu fikirku
Lalu fikirmu?

Aku bahagia
Tapi kamu?
Entah bahagia atau justru kamu hanya main-main saja?
Ini yang pertama bagiku
Bagimu aku yang keberapa?

Tanpa kabar, tanpa kepastian
Kamu pergi meninggalkanku begitu saja
Meninggalkanku yang masih terjebak dalam ilusi-ilusi yang berhasil kamu ciptakan
Aku kecewa, merasa dibodohi, merasa terkhianati
Itu yang aku rasakan
Ataukah menurutmu aku ini bodoh? Yang terlalu menaruh segala harap padamu?

Kamu bawa setengah hatiku pergi bersamamu
Kamu hancurkan segala rasa dengan sekejap
Padahal butuh waktu lama agar aku bisa jatuh hati padamu

Sejak hari itu
Sejak hari dimana kamu putuskan untuk pergi tanpa kepastian apakah aku masih boleh berharap atau tidak
Aku putuskan sendiri untuk tidak pernah percaya lagi pada orang asing
Karena bagiku kamu adalah orang yang asing yang kembali asing

Maka sejak hari itu
Aku memutuskan untuk menghapus segala hal yang menyangkut tentangmu
Tapi aku lupa satu hal
Kenangan yang terlalu melekat ini
Bisakah ku hapus?

Maka sejak hari itu,
Sekalipun aku menanggung rindu yang amat berat, aku harus bisa membunuh perasaanku sendiri
Karena bagimu rinduku sudah tak berarti bukan?

Maka sejak hari itu,
Sekalipun kamu hadir kembali dan hatiku masih saja berdetak untukmu
Aku tak akan pernah meminta apapun darimu ataupun balasan atas perasaan ini
Karena aku tahu kamu tak akan mungkin bisa melakukan pintaku apalagi membalas perasaanku seperti dulu

Semuanya telah berakhir
Habis dimakan waktu
Katamu
Dan aku
Diam membeku

13/11/18
9.29pm
Ihat Azmi