My Big Enemy

Dear my big enemy, Hai! Hello my big enemy. Entah mendapat angin dari mana tiba-tiba saja aku teringat padamu lagi. Apalagi semenjak kedatangan tutor itu kemari. Dari mulai hidung, pipi, deretan gigi yang rapih, postur tubuh, cara berjalan yang semuanya itu hampir […]

Tagged , ,
READ MORE

Aku enggak ngerti kenapa tiba-tiba kamu berubah seperti orang asing. Tiba-tiba menghindar, tanpa tanya, tanpa kabar, tanpa senyum, tanpa anggukan. Hei, bukankah kita saling mengenal bukan? Jika kamu memang sudah tak menyimpannya lagi, lantas apa yang sedang kamu buang saat ini? Ihat […]

Tagged ,
READ MORE

Haruskah Seperti ini?

3 November 2010 “Enggak usah manyun. Jelek.” Ucap Ayahku saat aku hendak berpamitan. “Menang dan kalah sudah biasa. Emang yang bisa menentukan Nisa menang atau kalah siapa?” Sebuah pertanyaan yang tak butuh jawaban langsung dariku. Tentu saja semuanya sudah digariskan oleh Allah. […]

Tagged , ,
READ MORE

Surat Untukmu

doc. pribadi Dear kamu, Untuk segala kisah yang telah berlalu Maaf Aku masih membiarkannya tumbuh bak ilalang Menjalar dari ujung ke ujung Kamu tau maksudku bukan? Aku tahu sebuah perasaan memang tak bisa dipaksakan Aku tau kamu sudah tak mencintaiku lagi bahkan […]

Tagged , ,
READ MORE

Hallo Januari!

Hallo Januari! Tak terasa 365 hari di 2018 sudah terlewati. Tentunya melewati beberapa hal menarik yang sebenarnya sudah kutuliskan lebih dahulu di buku diaryku. Well, harapan yang lebih penting untuk saat ini adalah aku bener-bener pengen konsisten untuk menulis. Tentunya menulis di […]

Tagged , ,
READ MORE