Tasikmalaya, March 27, 2019 Dear diary, Entah hari keberapa dari kebenaran itu terungkap. Aku masih saja sulit untuk menerimanya. Aku harus bagaimana? Rasanya menyakitkan sekali. aku seperti kehilangan segalanya. Tapi disisi lain aku harus bisa mengendalikan isi hatiku, emosiku, juga kecewaku. Aku […]

Tagged , , ,
READ MORE

Surat Terakhir

Dear kamu yang tak suka hujan, Hai! Apa kabar? Lama tak bersua dengan kata. Kabarku baik. Eh, jadi ceritanya malam ini hujan tuh, aku tiba-tiba jadi inget kamu. Kamu masih benci enggak sama hujan? Kalau aku, masih tetep suka sama hujan. Harusnya […]

Tagged , ,
READ MORE

Kecewa

Ada sesak didada saat aku mengetahui kebenaran ini Kebenaran yang tak bisa ku sangkal Kebenaran yang tak bisa ku tutupi lagi Hatimu yang nyatanya jatuh kedalam pelukannya Hatimu yang nyatanya tak pernah dipersembahkan untukku Tuhanku Bolehkah aku kecewa atas jalan ini? Pantaskah […]

Tagged ,
READ MORE

Jadi hari ini aku benar-benar menemukan dirimu begitu terpuruk. Tak apa kan aku menyebutnya begitu? Kamu yang biasanya selalu nampak dewasa dari aku, hari ini kamu jauh berubah bak anak kecil yang tak bisa membeli sebuah balon. Kamu yang biasanya bisa meredam […]

Tagged , ,
READ MORE

Hai! Rasanya malam ini aku hanya ingin memeluk segala keresahanku, memeluk rasa sepiku, memeluk kesedihanku, memeluk rasa kecewaku. Menulis adalah bagian dari proses pendewasaan diri. Menulis adalah salah satu cara terapi untuk diriku sendiri. Jika bercerita masih saja buatmu resah, maka bagiku […]

Tagged , , ,
READ MORE

Untukmu, Hai! Aku hanya ingin menyapa. Lewat kata yang mungkin sebenarnya kamu tak pernah mengharapkan itu dariku. Benar bukan? Aku tahu kok, aku faham. Aku hanya bisa tersenyum sambil menahan getir yang kurasa walau sebenarnya aku bingung, kapan aku memulainya? Kapan? Aku […]

Tagged
READ MORE