Catatan Harian

Si Senyum Sinis

Posted on

Entah kamu menyadarinya atau tidak dan saat itu aku lupa. Ku kira tulisan tentangmu masih tersimpan dalam draft nyatanya sudah ku posting dan berada di urutan teratas. Aku hanya diam dan juga harap-harap cemas saat kamu membacanya dan menscrol sampai bawah.

Hai, hari ini aku pulang. Genap sudah 30 hari ini. Ku kira kamu akan datang ke stasiun, mengantarku pulang lalu say good bye. Nyatanya kamu disana tak mengantarku. Tahu begitu pagi tadi mungkin aku takkan menyia-nyiakan percakapan singkat kita. Sayangnya, diakhir kamu malah mengabaikan ku.

Mulai besok aku takkan lagi melihatmu makan sahur didepan pintu dapur, takkan lagi melihatmu yang selalu berlalu lalang di depan kelas pagi membuatku selalu tersenyum acap kali melihatmu, atau melihatmu menggunakan baju koko berjalan terburu-buru menuju Harvard room untuk sholat. Mungkin aku akan rindu dengan panggilanmu, “Ukh ukh atau us us.”

Aku suka saat melihatmu bercerita. Melihat matamu yang berbinar lalu ditengah-tengah pembicaraan kamu akan tersenyum sinis menampilkan deretan gigi kecilmu yang rapih. Buatku hmm.. Menahan greget. Atau melihatmu makan dengan lahap. Atau barang kali melihat penampilanmu yang kusut karena belum mandi.

“Have you taken a bath sir?” Tanyaku saat kamu melintas dihadapan kita semua.

“Yes I have,” jawabmu lambat sambil berlalu meninggalkan senyum sinismu.

Atau enggak tawa lepasmu selepas meledekku di acara bakar jagung. Aku kaget bukan main melihatmu tertawa lepas seperti itu. Aahh.. Pokoknya I will miss you sir. Berharap sama Allah pengen ketemu lagi pokoknya. Titik.

Hai terima kasih. Terima kasih karena telah membakar kembali semangatku dalam menggapai mimpi-mimpi.

Kereta menuju perjalanan Tasikmalaya,

Ihat Azmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *