Catatan Harian

Mari Berucap Syukur

Sore hari yang lelah setelah seharian mengantar beberapa santri untuk berobat. Langit yang mendung dengan sedikit cahaya matahari dan angin yang berhembus kencang.

Aku lelah seharian ini, bukan hanya seharian ini tapi memang aku sudah lelah dengan rutinitas yang sama, pola yang sama, dan masalah klasik yang harus terus terjadi berulang-ulang. Terkadang jika fikiran kalut mulut pun dengan mudahnya berkata,

“Resign aja lah!”

Tetapi setelah difikir-fikir kembali nyari kerja itu susah. Belum lagi harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sampai akhirnya sore tadi penjual cilok di gerobak kecilnya menyadarkanku. Betapa beruntungnya aku yang tak perlu berjalan kaki sambil mendorong gerobak untuk mencari uang, tak perlu tawar sisi kiri-kanan, tak perlu merasakan panasnya matahari, dinginnya air hujan. Belum lagi laba bersih yang didapat.

Aku termenung kembali betapa beruntungnya aku. Ah! Aku memang kurang bersyukur.

Di tengah malam,

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *