Catatan Harian

Semoga Setelah Itu

Kata teman-temanku katanya aku bodoh.

“Ngapain kamu bilang begitu? Memang dari awal kamu gak ada komitmen apa-apa kan?”

Aku hanya bisa diam sambil menggigit bibir bawah. Entah apa yang merasukiku malam tadi. Hatiku sesak dan aku tak bisa menahannya sendiri. Hingga akhirnya ucapan itu begitu saja mengalir tanpa bisa aku hentikan sendiri. Setelah itu? Aku merasa baik-baik saja. Tapi bukannya setiap tindakan pasti ada konsekuensinya?

Awalnya begitu, aku berfikir jika aku mengungkapnya berarti aku harus menanggung resikonya, misal dia jadi ilfeel hingga akhrinya meninggalkanku. Ok baiklah. Aku sudah bosan dengan memendam semua sendiri hingga melukai hati. Bukankah semua hal berhak untuk disampaikan?

Untukmu yang sedang atau tengah merasakan sesuatu hal, ungkapkanlah, bicarakanlah, sampaikanlah. Walau pada akhirnya kita harus menanggung resiko itu. Dari pada kita bertanya-tanya sendiri dalam diri, menyakiti diri sendiri bahkan yang paling fatal adalah kita kehilangan kesempatan untuk menyampaikan apa yang memang harus disampaikan itu. Persetan dengan ucapan sekelilingmu. Karena yang dapat memahami dirimu sendiri tentu hanya dirimu sendiri.

Semoga setelah mengungkapkan apa yang kita rasakan semuanya dapat berjalan baik-baik saja meski pada faktanya pasti akan ada satu atau dua hal yang berubah.

Hai! Terima kasih sudah mau mendengarkan dan menerimanya. Aku harap, setelah itu kamu tidak berubah yaa 🙂

In the morning when I feel something,

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *