Catatan Harian

Beberapa Kesamaan

Mungkin karena sudah tengah malam, tawa yang ingin meledak itu harus aku tahan sendiri.

“Kriteria apa ya, duh apa ya bahasanya, kriteria…” Ucapku menggantung sambil mikir, bingung memilih kata yang tepat untuk diutarakan. Karena aku sadar akan posisi kita saat ini.

“Pasangan?” Potongmu cepat membuatku tersenyum sendiri, malu.

“Iyah.”

“Aku pengennya kayak Oki Setiana Dewi.”

Jleb! Aku langsung diem, sedetik kemudian aku ingin tertawa sekaligus aneh. Kok bisa sama sih?

“Tah Hat, bapak mah hoyong Ihat teh siga Oki Setiana Dewi. Tiungna panjang, rapih, pinter, tiasa dakwah.”

Pesan dari bapak kembali jelas terniang di telingaku. Jauh-jauh hari sebelum kamu datang dalam hidupku. Inti pesannya begini, bapak pengen aku itu kayak Mbak Oki. Jilbabnya panjang, rapih, pintar, dan bisa berdakwah.

“Kenapa pengen kayak Mbak Oki?” Tanyaku.

“Iya gitu. Jilbabnya panjang terus lebar. Bajunya gamis lagi.”

Sama alasannya. Kataku dalam hati. Padahal dulu niatnya habis resign dari boarding mau nyobain pake celana terus kerudungnya mau dipendekin coba ala-ala hijabers gitu. Tapi sayangnya kalau misal taqdir Allah bilang gini mau gimana lagi? Hahaa dasar emang! Allah selalu mempertemukan aku dengan orang benar. Allah gak mau aku salah jalan, biar aku selamat terus.

“Oh gitu ya. Jadi kalau misal nanti nih ya istrimu pake celana bakal kamu tegur dan larang gitu?”

“Iya lah bakalan aku tegur dan larang. Aku pengennya yang digamis aja sama jilbabnya panjang.”

Hayoh lho! Gemes kan dengernya.

“Kalau kamu sendiri kriterianya gimana?” Dia tanya balik.

Kriteria aku udah semua ada di kamu. Dalam hati aku bilang gitu.

“Mm.. Ya gitu, yang enggak ngerokok, yang mau support mimpi-mimpi aku, yang mau bimbing aku ke jalan yang bener, terus juga yang sayang sama aku.”

Kamu cuma diam entah kamu mendengarkan atau tidak karena setelah itu kamu bilang kamu ngantuk dan ingin tidur. Huft. Kasihan sekali kan aku?

Aku tak tahu dan tak pernah tahu cerita apa yang akan aku temui di perjalanan selanjutnya. Beberapa kesamaan muncul di antara kita. Tapi sepertinya hanya aku sendiri yang menyadarinya. Sehabis itu aku hanya bisa pasrah atas segala ketentuanNya. Aku tak ingin semua menjadi berlebih hingga nanti hanya akan membunuh diri sendiri. Sewajarnya saja sambil memperbaiki diri masing-masing. Semoga waktu berkenan. Jikalaupun tidak, aku tak risau. Karena di awal semua sudah dipasrahkan pada sang pemilik hati, Allah.

Untuk segala persamaan yang ada,

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *