Catatan Harian

Back to Your Home

Di usiaku yang sudah menginjak dewasa ini aku belum menemukan sosok seseorang yang bisa aku bagi segala keluh kesahnya aku, berbagi segala derita kehidupan aku, lika-liku perjalanan dalam setiap menggapai mimpi aku. Ditambah aku tipikal orang yang bisa menahan tangisan selama berhari-hari. Aku hanya bisa menangis dihadapan orang-orang yang benar-benar menyayangi aku dan juga tulus mendukung aku. Bukan lagi hanya sekedar kata semangat ya! Atau kamu yang sabar ya! Meski aku tak tahu itu tulus atau enggak.

Akhir perkuliahan di semester tujuh seolah menjadi bumerang bagi diriku sendiri. Beban yang harus aku pikul kini jauh lebih berat dari beban-beban perkuliahan sebelumnya. Bukan hanya soal tugas yang sudah biasa menumpuk, tapi juga kini pekerjaan ikut bertambah bebannya, selain itu biaya yang harus aku tanggung untuk menunjang semester akhir pun sulit diprediksikan. Fikiran antara cuti dan tidak cuti terus membayangiku. Padahal di awal semester tujuh aku sudah membayangkan bagaimana rasanya di baju toga dengan topi wisuda yang menempel di kepala di tahun 2020 ini.

Hari itu setelah aku frustasi dengan judul propposal yang terus-menerus mengalami perombakan; bahkan aku mengalami beberapa kali revisian yang panjang juga melelahkan :'(. Aku kembali dihadapkan pada sebuah papan pengumuman mengenai pembiayan untuk semester selanjutnya. Rasanya kaki aku lemas setelah membacanya itu. Aku merogoh isi saku gamis ku yang kini tersisa tinggal dua puluh ribu lagi untuk ongkos pulang. Sementara itu revisianku terus bertambah dan aku tak punya laptop!

Aku berfikir keras untuk mencari cara agar aku bisa menggunakan laptop dalam dua hari ke depan. Qadarullah, santriku yang biasanya bawa, kali ini mereka tidak bisa membawanya lantaran sudah tidak ada lagi tugas yang mengharuskan mereka menggunakan laptop. Pergi ke warnet pun jauh belum lagi beberapa tugas di asrama yang memang tidak bisa ditinggal. Sungguh semuanya membuat kepalaku pening.

Karena sungguh aku tak bisa menanggung beban ini sendirian lagi tepat ketika di hari pengumpulan itu dengan isi proposal aku yang masih berantakan akhirnya tangisku pecah dihadapan semua teman-temanku satu kelas. Sambil menyusut air mata aku kembali tersenyum beberapa temanku ternyata masih ada yang belum beres. Dan hal ini setidaknya membuatku sedikit lega, aku punya teman.

Jujur dengan keadaan berantakan seperti ini sepulang dari kampus aku memilih untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah yang tadinya aku tidak akan menceritakan segala permasalahan ini ujung-ujungnya karena sudah tidak tahan aku pun bercerita kepada kedua orang tuaku hingga akhirnya aku tak bisa membendung air mataku sendiri. Tangisku pecah dihadapan kedua orang tuaku.

Dan hari ini hujan turun membasahi jalanan Ciamis. Aku yang tengah dibonceng Bapak sehabis pulang bimbingan pun menepi di bahu jalan, mencari tempat teduh untuk sekedar memasang jas hujan.

“Sok angge jas hujanna. Hujanna ageung bilih teu damang.” (Sok dipakai jas hujannya. Hujannya gede nanti sakit). Aku pun akhirnya menurut menggunakan jas hujan.

Perjalanan pun dilanjutkan. Ucapan Bapak dan Mamah masih terniang jelas ditelingaku.

“Sok amun Ihat teu gaduh artos mah nyarios we, nelfon ka dieu. Kajeun mamah mah wios teu dagang keun sina si Bapak nu nganteur ka kampus.” (Kalau Ihat gak punya uang buat ongkos bilang aja, telfon ke rumah. Biar mamah gak jualan aja enggak apa-apa nanti biar Bapak yang antar ke kampus).

Air mataku kembali meleleh dibalik helmet yang aku gunakan. Aku merekatkan kedua tanganku dipinggang Bapak, aku tak ingin kehilangan sosok Hero di keluargaku ini.

“Oh kamu ke sini dari Tasik? Bawa motor?” Tanya dosenku.

“Iya Bu dari Tasik. Dianter Bapak Bu pakai motor soalnya biar cepet.”

“Jadi Bapakmu nunggu di sini toh?Wah kasihan sekali. Nanti harus bisa sendiri ya, bawa sendiri. Harus mandiri.”

Kemudian proposal judul aku akhirnya di ACC.

For my best parents I had,

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *