Catatan Harian

Request Lagu di Radio

Jadi pengen nostalgia ke zaman aku sekolah dulu. Zamannya request lagu dan salam-salam jadi andalan utama kalau lagi bete and galau. Ngalamin? Yup, berarti kita se zaman. Hehee.

Saat aku duduk kelas empat SD. Berawal dari cuma dengerin radio karena emang dulu di rumah aku gak punya TV, jadi ya hiburannya adalah dengan mendengarkan radio. Habis itu ngafalin nomornya kalau misal lagi program request lagu lalu dicatat deh di buku tuh si nomornya. Kadang berapa kali dengernya baru bisa dapet nomornya utuh. Difikir-fikir sih ini kayak ujian listening bahasa Inggris ya. Ok, karena aku enggak punya hp, jadi diam-diam aku suka menyelinap ke kamar orangtua aku buat ikut kirim sms. Jujur, takut ketahuan! Bapak aku dulu pelit banget kalau aku ikut kirim sms. Suka ditanya gini tiap kali mau ikut kirim sms,

“Kirim sms ke siapa?”

“Penting enggak?”

“Soal tugas bukan? Kalau cuma buat kirim sms gak jelas gak usah aja. Sayang pulsa. Kirim sms mahal.”

Jadi ya gitu, diam-diam. Nyuri sih. Duh. Maafin aku Pak.

Sore kak, aku Ihat di padasuka. Request lagunya ST 12 Rasa Yang Tertinggal. Salam-salamnya buat temen-temen aku….

Begitu lah isinya. Aku bisa sms begitu ya karena udah sering denger lah sebelumnya. Kadang tuh ya ngirimnya jam berapa dibacanya sejam kemudian atau dua jam kemudian tergantung banyak enggaknya yang request. Setiap iklan selesai dan penyiar masuk buat sesi baca request-an itu telinga pokoknya ditempelin deket-deket ke radio. Hahaa… Rasanya itu deg-degan berharap habis sms itu yang dibaca adalah sms dari yang kita kirim. Giliran sms kita yang dibaca sama si penyiarnya, rasanya itu pokoknya nano-nano banget lah. Seneng, deg-degan, bercampur malu kalau aku. Habis dibacain senyum-senyum sendiri lah. Gak terlalu peduli sih lagunya mau diputar atau enggak. Tapi kalau lagunya diputerin uh tambah seneng deh!  Dan lucunya karena waktu itu aku belum terlalu ngerti hp, si pesan di kotak terkirimnya gak aku hapus! Ketahuan juga akhirnya sama si Bapak. Dan aku ngeles kalau itu bukan aku meski jelas-jelas di sana yang sms itu adalah nama aku sendiri, Ihat!

Hal ini terus berlanjut sampai ketika aku kelas enam SD aku punya jadwal khusus untuk request lagu di radio. Yaitu tiap pagi jam sembilan sampai jam sepuluh di Style Radio itupun kalau aku sekolah sd nya jam siang sampe akhirnya gak dengerin lagi karena pas awal kelas enam sekolahnya pagi terus. Dan sorenya tiap habis ashar di Fasway FM sampai jam tujuh malam. Nah di zaman ini aku udah punya temen yang emang sama-sama punya hobi yang sama. Jadi kita suka kirim salam dengan lagu andalan aku waktu itu adalah Derby – Tuhan Tolong.

Kemudian pas aku masuk Tsanawiyyah, aku mulai berani kirim salamnya buat seseorang yang aku suka atau yang aku rindu. Hahaa. Lebai emang. Tapi rame lho. Walau nyatanya salamnya ini gak pernah di denger sama yang bersangkutan. Pas Tsanawiyyah lagu andalan aku yang sering di request adalah Sherina Munaf – Cinta Pertama dan Terakhir, Geisha – Tak Pernah Ada, atau Melly feat Ari Lasso – Jika.

Zaman Aliyah atau SMA aku tetep suka request lagu di radio. Cuma udah beda jamnya. Jadi di zaman ini aku suka request lagu di jam sembilan malam sampai jam sebelas malam. Sambil galau-galauan nulis diary gitu. Hahaa. Kirim salam buat someone special, zaman ini aku udah mulai pake bahasa Inggris gitu  ya walau sedikit sih atau enggak pakai inisial plus tempat tinggalnya dia. Sampai suatu hari (and this is unforgettable moment for me, kalau ingat ini aku suka senyum-senyum sendiri),

Di kelas, jamkos dan temen aku lagi nyanyi.

“Eh request lagu dong,” kata aku.

“Sok request lagu apa?” Tanya temen aku yang lagi nyanyi itu.

“Request. Request wae tah si Ihat na radio.” (Request aja si ihat di radio). Ini kata dia dengan sewotnya dulu. Otomatis aku langsung deg-degan dong karena aku sering kirim salam buat dia meski pake inisial kan tetep aku sebutin dia asli orang mananya.

“Biarin we,” jawab aku gugup takut dia emang bener-bener denger request-an aku.

“Kan keur di mobilnya urang teh, hayuh we tiap jam sakitu aya wae si Ihat. Hai selamat malam kak, Ihat di Padasuka. Request lagu…” (Kan aku lagi di mobil, pokoknya tiap jam segitu ada aja Ihat di radio.) Dia menirukan gaya penyiar radio pas lagi baca request-an aku.

Tambah deg-degan dong aku. 

“Cinta-cinta Indonesia. Tah..” Dia menyanyikan lagu pembuka program request-an yang sering aku ikuti itu. Emang bener! Hahaa meski emang aku juga gak tahu apa dia pas lagi denger itu pas aku kirim salam juga buat dia. 

Gitu sih. Jadi kangen zaman itu. Zaman request lagu di radio, kirim salam buat orang yang emang diam-diam kita sukai. Karena enggak berani buat mengungkapkan directly, so this is a way for telling that. Even though we don’t know whether (s)he listens or not. Syukur-syukur (s)he listens what we share in radio. It’s never mind if he doesn’t listen. Maybe next time. 

Ngalamin juga? Share dong di kolom komentar.

Setelah mumet stuck buat kerjain revisian,

Ihat Azmi

Sumber gambar:

https://pixabay.com/vectors/radio-cassette-speaker-sound-audio-3634616/

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *