Catatan Harian

Ketika Kamu Tidak Dihargai

Kamu lagi ngalamin hal begitu? Sama aku juga. Udah susah-susah buat berusaha tetep aja hasilnya tidak memuaskan. Bahkan orang-orang disekitarmu juga mereka jarang buat menghargai segala perjuangannya kamu. Oh iya aku lupa. Orang tuh lebih suka lihat hasilnya ketimbang lihat proses dan usahanya. Kalau udah gini rasanya pengen tuh lempar muka dia pake hasil aku yang gak seberapa ini.

Udahlah habis itu gak mau lagi buat berproses. Gak mau lagi buat berusaha biarin  aja semuanya mengalir begitu saja. Percuma ngasih ide atau masukan juga kalau akhirnya kembali dimentahkan bahkan dikembalikan dalam artian ditolak. Gak ngerti juga sama orang-orang yang bilangnya,

Ok, saya sangat terbuka untuk setiap saran dan kritikan. Saya terima dan akan saya pelajari.

Faktanya? Baru dikasih usulan satu udah,

Udah itu gak bagus. Nanti bakal gini-gini…

Padahal belum juga dicoba, belum juga dilaksanakan.

Hidup cuma sekali dan kesempatan pun gak selalu datang dua kali. Mau terus stuck gini aja? Oh satu hal lagi: position. I’m nothing than the others. Lupa kalau seseorang yang punya pangkat tinggi biasanya lebih dipertimbangkan pembicaraannya dari pada ya yang biasa-biasa aja tidak berpangkat.

Undzur maa qoola wa laa tandzur man qoola. Yang dilihat itu apa pembicaraanya bukan dilihat siapa orang yang bicaranya.

Bukankah begitu?

Sebelum memejamkan mata,

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *