Catatan Harian

Kamu: Anugrah atau hanya sebuah Pelajaran?

Aku lelah lalu aku menyerah pada taqdir yang telah digariskan oleh-Nya. Sampai dititik di mana ketika aku pasrah atas ketentuan-Nya, semesta seolah berkerja untukku. Menghadirkanmu di saat aku tak lagi berharap atas sebuah kehadiran.

Awalnya aku fikir kamu adalah anugrah yang dihadirkan-Nya untuk menggantikan semua yang telah hilang dari hidupku. Aku sangat bersyukur saat itu dan juga bahagia karena semesta sendiri yang membimbingmu untuk hadir masuk dalam kehidupanku.

Waktu terus berjalan dan tak bisa dihentikan. Namun isi hati nyatanya tak bisa dielakan. Perasaan ragu terus menyusup, hati kecil mulai menyadarkan logika.

Kamu itu anugrah atau hanya sebuah pelajaran?

Dan sampai saat ini, semuanya masih keliru, masih abu-abu.

Atau jangan-jangan selama ini semesta hanya ingin menghiburku?

Ah! Jika memang demikian itu lebih menyakitkan lagi. Bagiku kehadiran itu bukan hanya untuk sekedar menghibur: selepas membuatku tertawa dan melupakan semua rasa sakit lalu pada akhirnya kepergian kan yang akan semesta pilih? Tidak untuk menetap?!

Aku lupa. Mungkin dan kemungkinan besarnya kamu hanya akan menjadi tamu persinggahan sementara dalam hidupku. Karena kini waktu telah membuktikan semuanya, kamu hanya ingin lari, kamu hanya ingin lupa dari rasa sakit yang menderamu saat ini. Dengan mencari penghibur bukan mencari penawarnya.

Dan aku kembali tersesat di jalan yang selama ini selalu ku tutup.

Finally, I conclude that you just give me a lessons. Thanks for coming and hurting me. I know that I’m not your home. I hope you can understand what I mean here.

For you,

Ihat Azmi

Sumber gambar:

https://pixabay.com/illustrations/light-bulbs-light-bulb-light-energy-1125016/

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *