Catatan Harian

Berawal Dari

Lucu saja sih, entah berawal dari mana tapi sejak kedatangannya kemari setiap harinya selalu saja ada hal yang membuatku harus berkomunikasi dengannya. Sampai-sampai dia tahu penyakitku yang katakanlah susah move on. Sampai suatu hari he advised me about that. Intinya sesuatu yang gak bisa udah jangan dipaksakan semua udah ada kadarnya. Ok, I believe that.

Enggak cuma sesi curhat yang sampai panjang lebar di chat beberapa kejadian konyol pun pernah terjadi dihadapannya. Dan itu sungguh memalukan. Gak dapet kursi pas naik kereta ujung-ujungnya ikut duduk di samping dia. Kemudian insiden tiket kereta hilang yang mengharuskan aku mengeluarkan isi tas ku di hadapannya sampai akhirnya jarum-jarum yang ada di kotak kecil harus jatuh tepat di bawah kursinya membuatnya tertawa tertahan sampai menyesal mengapa tidak di video, he said that.

Bawa tas banyak keliatan banget aku rempongnya dengan sewotnya dia langsung ambil salah satu tasnya membuat beban ku berkurang. Diajakin ngobrol berdua sampai tengah malam dengan suara aku yang gak bisa kecil membuat dia uring-uringan sendiri. Ngeledekin pesanan kopi aku hingga akhirnya karma gak datang lama: kopinya sendiri yang tumpah bikin aku tertawa terbahak-bahak ujung-ujungnya apa? Karena kopi yang aku pesan itu pahit sekali aku pesan lagi dan kopi aku akhirnya diminum sama dia. Bahkan yang konyol itu saking nervous nya, aku gak sadar narik baju dia kenceng sampai dia keseret sama aku terus akhirnya dia marah sama aku. Hahaa 😀

Udah bukan chat lagi sekarang. Telfon pun kalau urgent udah sering banget. Biasa urusan kerjaan. Kadang paling sebel kalau kirim WhatsApp lama banget dibalasnya jadi ditelfon aja. Kadang dia juga langsung telfon gitu. Paling seneng kalau udah bahas soal musik. Meskipun aku gak faham dan gak ngerti tapi aku suka aja denger penjelasannya. Meski nyatanya dia udah ada yang punya. Hahaaa. Gak tahu sih perasaan apa ini. Yang jelas ya gitu pasang-surut.

Lucunya itu kemarin. Kita papasan di depan ruang TU. Bingung kan mau nyapa gimana gak nyapa gimana sampai akhirnya aku nyeletuk gini,

“Kok gak pakai seragam? Seragamnya beda sendiri?”

“Pengen aja beda dari yang lain.”

Sial! Umpat ku dalam hati. Ngapain nanya begituan duh malu-maluin aja.

Ihat Azmi

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *