Catatan Harian

Aku Ingin “Lupa”

Posted on

Aku ingin lupa.

Suatu hari aku memiliki keinginan seperti itu. Lupa akan hal-hal yang telah lalu terlebih adalah hal-hal yang menyakitkan yang pernah terjadi dalam hidupku ini.

Lupa soal kekalahan dalam setiap lomba.

Lupa soal aku yang tak bisa menjadi yang terbaik di kelas saat itu membuat kedua orang tuaku kecewa.

Lupa soal dia yang tiba-tiba pergi meninggalkanku.

Lupa soal dia yang pernah berkata bahwa aku itu gendut dan jelek.

Lupa soal dia yang pernah memberi harapan palsu.

Lupa soal dia yang nyatanya tak bisa aku miliki.

Dan masih banyak lagi.

Masih ada yang menyakitkan tiap kali aku mengingat semua itu. Saat memori itu berputar tanpa dipinta rasanya aku ingin waktu segera berlalu. Aku tau dalam kondisi ini hanya aku yang bisa menyembuhkan kenangan-kenangan kelam itu. Lantas bagaimana dengan hati yang masih membenci dan belum bisa menerima semua yang terjadi?

Aku tau, percuma saja aku belajar melupakan semua rasa sakit dalam hati. Nyatanya bukan semakin lupa justru malah semakin ingat. Perlahan aku harus memeluk semua rasa sakit itu, memaafkan mereka yang kurasa telah menyakitiku, dan membiarkan semuanya bermain dalam hidupku. Kini aku sadar, rasa sakit itu adalah bagian dari perjalanan hidupku yang mau tak mau harus aku terima.

Setelah aku menyadarinya, aku tak lagi merasa kesakitan saat mengingat semua itu. Justru hal-hal yang menyakitkan itulah kini menjadi sebuah senjata untuk aku berkarya. Bagaimana jika aku lupa soal hal-hal yang menyakitkan itu?

Terima kasih karena pernah memberi luka dalam hidupku. Saat ini, aku tak ingin lupa. Aku hanya ingin mengingat semua rasa sakit itu selamanya. Agar aku bisa bersikap dan tak melukai banyak orang.

Untuk hati yang selalu kuat,

Ihat

5 thoughts on “Aku Ingin “Lupa”

  1. eka fl

    June 9, 2020 at 8:30 pm

    luka tidak bisa dilupakan, di maafkan kan pun terkadang gaungnya akan terasa.
    benar adanya, pasrahkan pada Tuhan, walau luka terkadang terasa, karena luka merupakan bagian kepingan rangkaian hidup yang terkadang membuat kita semakin kuat dan bersyukur, walau sering juga terjatuh karenanya.

    curhatan juga, hehehe

    1. ihatazmi

      June 9, 2020 at 8:43 pm

      bener mbak hihii 🙂 makasih mbak udah mengingatkan “bersyukur”

  2. Perjalanan Ima

    June 10, 2020 at 6:30 am

    Lupa itu bukan untuk melupakan tapi sebagai penguat juga ya mbak.. kereen

    1. ihatazmi

      June 10, 2020 at 8:15 am

      iya mbak salah satu cara untuk menghibur diri sebenarnya 😀

  3. Tulisan Minggu #24 2020 - 1 Minggu 1 Cerita

    August 6, 2020 at 11:31 pm

    […] Siti Solihat : Aku Ingin “Lupa” […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *