Aku Ingin “Lupa”

Aku ingin lupa.

Suatu hari aku memiliki keinginan seperti itu. Lupa akan hal-hal yang telah lalu terlebih adalah hal-hal yang menyakitkan yang pernah terjadi dalam hidupku ini.

Lupa soal kekalahan dalam setiap lomba.

Lupa soal aku yang tak bisa menjadi yang terbaik di kelas saat itu membuat kedua orang tuaku kecewa.

Lupa soal dia yang tiba-tiba pergi meninggalkanku.

Lupa soal dia yang pernah berkata bahwa aku itu gendut dan jelek.

Lupa soal dia yang pernah memberi harapan palsu.

Lupa soal dia yang nyatanya tak bisa aku miliki.

Dan masih banyak lagi.

Masih ada yang menyakitkan tiap kali aku mengingat semua itu. Saat memori itu berputar tanpa dipinta rasanya aku ingin waktu segera berlalu. Aku tau dalam kondisi ini hanya aku yang bisa menyembuhkan kenangan-kenangan kelam itu. Lantas bagaimana dengan hati yang masih membenci dan belum bisa menerima semua yang terjadi?

Aku tau, percuma saja aku belajar melupakan semua rasa sakit dalam hati. Nyatanya bukan semakin lupa justru malah semakin ingat. Perlahan aku harus memeluk semua rasa sakit itu, memaafkan mereka yang kurasa telah menyakitiku, dan membiarkan semuanya bermain dalam hidupku. Kini aku sadar, rasa sakit itu adalah bagian dari perjalanan hidupku yang mau tak mau harus aku terima.

Setelah aku menyadarinya, aku tak lagi merasa kesakitan saat mengingat semua itu. Justru hal-hal yang menyakitkan itulah kini menjadi sebuah senjata untuk aku berkarya. Bagaimana jika aku lupa soal hal-hal yang menyakitkan itu?

Terima kasih karena pernah memberi luka dalam hidupku. Saat ini, aku tak ingin lupa. Aku hanya ingin mengingat semua rasa sakit itu selamanya. Agar aku bisa bersikap dan tak melukai banyak orang.

Untuk hati yang selalu kuat,

Ihat

Author

Avatar
deihatblog@gmail.com
Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

Comments

Avatar
June 9, 2020 at 8:30 pm

luka tidak bisa dilupakan, di maafkan kan pun terkadang gaungnya akan terasa.
benar adanya, pasrahkan pada Tuhan, walau luka terkadang terasa, karena luka merupakan bagian kepingan rangkaian hidup yang terkadang membuat kita semakin kuat dan bersyukur, walau sering juga terjatuh karenanya.

curhatan juga, hehehe



Avatar
June 10, 2020 at 6:30 am

Lupa itu bukan untuk melupakan tapi sebagai penguat juga ya mbak.. kereen



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

When?

June 11, 2020