Catatan Harian

My Mistakes

Hari itu saya dikejutkan dengan suara rekaman mengaji teman satu kelas saya dulu. Saya merinding mendengarnya, tidak percaya bisa semerdu itu saat membacakan kalam-kalam Allah. Kemudian saya memberikan satu permintaan kepadanya untuk merekam surat Al-Mulk, surat favorit saya. Selang tak lama ia malah mengunggahnya di status WhatsApp. Entah mengapa saya justru menangis mendengar suaranya yang merdu itu.

Sembari mendengar statusnya itu fikiran saya berkelabat ke sana ke mari. Salah satunya adalah persoalan kemarin yang cukup memukul hati saya. Saya istighfar, saya sadar ulah saya kemarin jelas terlarang dalam agama. Meski hanya sekedar telfon, video call, chat. Saya berfikir kembali, mungkin Allah sengaja mengambil semuanya membiarkan saya kembali terjatuh agar saya sadar bahwa hanya cinta-Nya yang pantas untuk saat ini, bukan untuk makhluk-Nya apalagi dengan hubungan yang tak jelas. Mungkin Allah marah kepada saya, cemburu kepada saya lantaran saya lebih banyak memikirkan makhluk-Nya itu ketimbang saya mengingat Allah. Mungkin Allah menegur saya agar saya tidak meminta lebih kepada-Nya (dalam artian keukeuh, ngebet merasa sesuatu yang saya minta harus Allah penuhi), karena Allah Maha Tahu mana yang terbaik bagi saya.

Allah, maafkan atas kelalaian diri ini. Cukup rasa sakit ini menjadi penggugur dosa dari hari-hari sebelumnya. Sebelum berjalan terlalu jauh dan lebih banyak lagi berbuat maksiat, Allah sengaja menjauhkan saya dengannya, menjatuhkan saya, hingga mematahkan kisah saya yang sebenarnya belum dimulai sama sekali.

Ya Allah setelah ini aku memohon kepada-Mu, jauhkan aku dari segala goda dan tipu daya mereka yang memang terkadang menggoda iman. Aku yakin, jika memang sudah jalannya, sudah waktunya, Engkau akan mempertemukan hamba dengan laki-laki pilihan-Mu yang akan memilih hamba pula dengan cara yang Engkau ridhoi.

Salam,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *