Catatan Harian

Tentang Skripsi Part 2

Setelah mempertimbangkan segala hal baik dari segi sisi positif dan negatifnya I decided to break from my study. Even though one step again in front of me. Mau bagaimana lagi?

Sedih.

Satu kata itu yang sedang saya alami saat ini. I’m supposed to go to campus this morning. I’m supposed to take picture for my graduation later and also take picture with my classmates. I really sad when I see my friends’ status on their WhatsApp. 

Mau bagaimana lagi?

Begitulah kira-kira. This is not easy for me when I decide to break from my study. Ada perasaan ragu, takut salah dalam mengambil keputusan ini, bahkan saya sempat merasa pesimis akan masa depan saya nanti. Astaghfirullah. 

Beberapa teman dekat saya bahkan meminta saya untuk tetap memperjuangkan study saya. Tanggung kalau harus cuti padahal tinggal selangkah lagi. Namun di sisi lain, teman saya yang senasib dengan saya justru mendukung keputusan saya. Lantaran urusan kerja dan kuliah pada akhirnya harus ada satu yang dikorbankan. Jujur saja dari awal saya tidak bisa menyeimbangkan ke duanya. Saya juga tidak bisa memprioritaskan ke duanya secara bersamaan. Selalu saja di waktu yang tak pernah saya duga saya harus memprioritaskan salah satu di antara ke duanya. Dan kebanyakan dari keputusan-keputusan yang pernah saya ambil memang saya lebih memprioritaskan pekerjaan saya dibandingkan study saya. Mengapa?

Begini simplenya. Saya bekerja untuk membiayai study saya. Jika saya memprioritaskan study saya dan banyak absen di tempat pekerjaan saya siap-siap saja saya dikeluarkan dan saya tidak bisa melanjutkan study saya hari itu juga. Sudahlah mencari kerja itu tidaklah mudah. Ditambah dengan kondisi pandemi seperti ini. 

Saya sempat menangis tatkala melihat tulisan saya di dinding asrama saya,

September 2020 is my graduation

Qadarullah. Semuanya harus berjalan sesuai rencana Allah. Mau bagaimana pun kita berencana, berusaha semaksimal mungkin ketika Allah tidak menghendakinya ya kita bisa apa? Di sinilah letak keimanan kita di uji. Saya tak banyak komentar ketika orang-orang di sekitar saya banyak yang bilang  bahwa saya terlalu takut hanya untuk sekedar meminta izin. Ditambah lagi karena pandemi saya akhirnya ganti judul karena saya tidak bisa penelitian di lapangan selain itu konsep skripsi saya yang benarnya juga baru disetujui kemarin. Should I do this fast? It’s so crazy man! Tiga bab beres dalam waktu satu bulan?! Terus kerjaan dikemanain? 

Tak apa. Toh yang menjalaninya juga saya.

Lagian pula saya sengaja mengalah, menahan ego sendiri. Jarak Tasik-Ciamis kan jauh ditambah saya pasti pergi menggunakan angkutan umum. Di tengah pandemi seperti ini siapa yang bisa menjamin? Saya tidak ingin hanya karena keeogisan saya semua jadi kena imbasnya.

Saya tau semua orang tidak butuh alasan atas keputusan saya ini. Ya sudahlah toh yang menjalaninya saya sendiri bukan teman-teman semua. Lagian teman-teman gak ikut bantuk biaya kuliah saya kan? 

Semoga keputusan ini tepat Ya Rabb. Karena setelah dipertimbangkan lagi ternyata lebih banyak madharatnya jika saya tetap egois atas rencana saya sendiri.

And this surah remind me.

“…but it may happen that you hate a thing which is good for you, and it may happen that you love a thing which is bad for you. Allah know and you know not.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Salam,

Sumber gambar:

www.pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *