Catatan Harian

Gak Mau!

Kemarin malam, saat temanku kebagian piket dapur sedangkan temanku yang satunya lagi yang tidak piket minta untuk dibawakan nasi. As usually, yang bagian piket dapur mereka diharuskan membawa nasi entah itu nanti akan dimakan oleh teman-teman lain yang berada di ruangan atau tidak. Nah hari itu temanku yang bagian piket dapur pulang-pulang ke ruangan gak bawa nasi.

“Makan sama apa di dapur?” Tanya temanku yang berada di ruangan denganku itu.

“Bihun and nugget.” Jawab temanku itu sambil melepas kerudungnya.

“Bawa gak?”

“Enggak.” Jawabnya santai.

“Iih… Kenapa gak bawa? Kan aku bilang bawa nasi. Aku lapar.”

“Ih da gak mau.”

“Harusnya bawa nasi. Balik lagi ke dapur gih.”

“Ih da gak mau!” Nadanya udah mulai tinggi

“Aku lapar.”

“Gak mau. Dibilangin gak mau gak mau!”

Aku yang lagi diem di atas kasur cuma bisa nyimak. Edaan! Fikirku. Bisa nolak di saat memang sudah bagiannya untuk membawa nasi. Apa dia enggak mikir gimana kalau nanti giliran dia digituin? Saat dia ingin makan sementara yang bagian piket dapur gak mau bawa nasi? Kenapa orang-orang begitu mudah menolak ya? Tanpa berfikir panjang lagi atau berfikir untuk dirinya sendiri jika dia berada di posisi itu?

Mungkin karena aku itu tipikal orang yang gak enakan, kalimat sederhana ini begitu sulit diungkapkan. Apalagi menolak permintaan tolong orang-orang. Karena aku suka mikir gini kalau nanti aku sedang berada di posisi sulit terus orang-orang gak mau nolong, gimana? Tapi ya meski pada nyatanya gak semua orang yang aku tolong, orang yang aku bantu pasti bantu balik aku juga. Hanya saja aku percaya pasti ada orang lain di luar sana yang mau bantu aku. Karena pada prinsipnya aku percaya pada hadits ini:

“Allah akan senantiasa menolong hambanya selama hambanya itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Selain dari itu, aku tipikal orang yang dari pada rewel harus gabung sama orang-orang yang susah dan padahal itu sudah menjadi bagiannya aku sih lebih baik dikerjakan sendiri selagi bisa sendiri. Males lah urusan sederhana harus dibawa-bawa ribet dengan alasan, “gak mau!” misalnya. Actually, kejadian temen aku di atas, aku yang dengernya juga gemes pengen nampar ucapannya yang semudah itu bilang gak mau padahal itu udah jadi bagiannya dia bawa nasi. Sebel gak sih?

Kadang sesekali aku juga pengen bales dendam atas perbuatannya itu. Tapi buat apa coba? Udahlah biar semesta aja yang balas. Toh apa yang kita tanam itu yang akan kita petik bukan?

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra: 7)

Have a nice day!

Morning,

3 thoughts on “Gak Mau!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *