Catatan Harian

About My September

Meski udah satu minggu kita berada di bulan September bukan berarti aku telat buat nulis tentang bulan September kan? Seperti bulan-bulan yang lainnya saat memasuki bulan baru banyak orang-orang menuliskan harapannya baik di media sosial ataupun di buku jurnal mereka masing-masing. Aku pun melakukan hal yang sama; selalu membuat harapan saat pergantian hari menuju bulan baru. Tapi di perpindahan menuju bulan September ini aku tidak membuat harapan seperti bulan-bulan yang lainnya. September bagi aku adalah bulan yang menyakitkan, bulan yang mematikan, bulan yang selalu saja membawaku pada hal-hal yang aku sama sekali tak sukai.

September.

Awal mula aku membenci bulan ini karena kamu yang terlahir di bulan ini pergi meninggalkanku tanpa memberikan kepastian yang jelas. Kamu yang pertama hadir dalam hidupku, memberiku harapan lantas setelah aku terbuai, melayang tinggi bersama harapan yang kau beri itu tiba-tiba kau pergi meninggalkanku begitu saja, tanpa kata tanpa penjelasan yang mungkin bisa aku terima; hingga akhirnya nanti akan membuatku berhenti untuk tak lagi berharap padamu. Namun sayang, semua itu tidak berjalan seperti itu. Aku masih saja terperangkap pada tanya yang tak kunjung jawab, pada harapan yang kini hanya tinggal harap. Kamu. Kamu hanya membiarkan aku berjalan terseok-seok sendiri tanpa mau memberhentikannya. Puas?!

September.

Bulan dimana murid asuhku sendiri harus kembali kepada Sang Maha Pencipta. Tepat 26 September kala itu. Ucapan pulang, salam dan pelukan yang tercipta ternyata itu adalah yang terakhir kalinya. Semoga Allah mengampunimu nak dan diterima di sisi-Nya. Aamiin

September.

Kembali. Aku dihadapkan pada perpisahan yang tak pernah terbayang sebelumnya. Sahabat satu perjuangan yang selalu aku bangunkan tiap tengah malam saat aku tak bisa tidur, dia harus pergi kembali menuju tempat tinggalnya di Sumatra. Entah itu pulang sementara atau pulang selamanya tak akan kembali lagi ke tanah Jawa. Menyesakkan memang. Namung setiap perjumpaan memang telah dipasangkan dengan perpisahan.

September.

September.

September.

From me,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *