Catatan Harian

Kali Kedua dengan Mimpi yang Sama

Tengah malam! Lagi-lagi aku terbangun di tengah malam yang sunyi sepi. Sosoknya yang kembali hadir dalam mimpiku membuat mataku enggan untuk terpejam lagi.

Aku terjebak di sebuah rumah besar yang sudah lama tak berpenghuni. Setiap kali mencari jalan keluar aku selalu gagal, kembali lagi ke ruang tengah rumah itu. Mencoba menuruni tangga dari satu tangga ke tangga lainnya tetap saja aku tak bisa keluar dari rumah sialan itu. Aku kembali ketakutan, aku sendiri saat itu dan aku tak menyerah. Aku kembali mencari pintu keluar sambil menangis terisak. Entah berapa pintu yang sudah aku lewati namun tetap saja aku tak bisa keluar. Hingga pilihan terakhir aku menuruni sebuah anak tangga yang mengantarkanku pada sebuah pintu yang belum aku buka. Tak lama munculah teman-temanku dari belakangku. Mereka hanya melewatiku begitu saja dan memasuki pintu itu dengan terburu-buru. Lagi-lagi aku hanya diam, melongo melihat kepanikan yang tercipta jelas di wajah mereka. Sejurus kemudian, sebuah tangan menyeret aku untuk ikut dengannya memasuki pintu itu. Aku malah memperhatikan wajahnya, siapa lelaki ini?

Dan lelaki yang menyeretku itu; dia. Dia yang sebelumnya hadir dalam mimpiku.

Masih menggunakan kaos merah yang sama di mimpiku kali ini kedua tangannya mencengkeram kedua bahuku kuat. Dalam perjalanan menuju keluar dari rumah itu aku hanya memperhatikan wajah tampannya yang lagi-lagi aku tidak mengerti, mengapa harus kamu lagi orangnya? Nafasnya tersengal-sengal, bulir-bulir keringat berjatuhan di wajahnya. Dan sesampainya di luar rumah dia melepaskan cengkeram tangannya dari kedua bahuku sambil memandangiku dengan tatapan haru. Aku balas menatapnya sambil menelan ludah; rasanya pahit.

Setelah itu dia berjalan perlahan duluan dan aku mengikutinya dari belakang. Entah bagaimana dari sana aku malah terperanjat, terbangun dari mimpiku dan saat aku melihat jam weker yang berada di sampingku angkanya menunjukan pada jam satu lewat tiga puluh menit.

Mengapa harus kamu lagi orangnya?

Aku kembali lagi mengingat kejadian seharian sebelumnya, tapi aku gak chattan, aku gak berpapasan, oh! Apa gara-gara telfon sore itu?

Aku menarik nafas panjang. Kali ini suaranya membuatku kembali memimpikannya.

Semoga tak terulang lagi,

 

Sumber gambar:

www.pixabay.com

2 thoughts on “Kali Kedua dengan Mimpi yang Sama”

  1. Walau ini mimpi. Saya berasa berada di dalam mimpimu.
    Siapakah pria tampan berkaos merah ini?
    Mudah mudahan ngga terulang lagi mimpi mengerikan di rumah kosong, meski saya penasaran sama si pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *