Books

[Review] Novel Sehidup Sesurga Denganmu – Asma Nadia

Judul : Sehidup Sesurga Denganmu

Penulis : Asma Nadia

Penerbit : KMO Indonesia – Cirebon

Cetakan pertama, Maret 2020

334 hlm ; 14 x 20.5 cm

ISBN : 978-623-91616-8-2

Harga P. Jawa : Rp. 109.000,-

Genre : Novel Dewasa

Blurb

Kesempatan kedua. Jika ada, siapa yang tak ingin meraihnya? Tetes keringat, fitnah, dan sakit yang nyaris berujung kematian jadi tak berarti manakala kesempatan itu dapat membuka pintu menuju jalan hidup sesurga. Caranya?

“Jadi manusia yang bermanfaat,” begitu pesan Mae, di antara juz amma, tembang-tembang kuno serta perih yang tumbuh sejak kanak-kanak, “sebab membuat kita bertemu banyak kebaikan.”

Sehidup sesurga bukan mimpi, ia sebuah keniscayaan jika jalan yang ditempuh selalu dalam ridha Allah SWT. Sanggupkah Dyah Ayu Rembulan meraihnya?

Sinopsis

Novel Asma Nadia kali ini mengisahkan seorang Dyah Ayu Rembulan kecil hingga dewasa dengan perjalanan lika-liku di dalamnya. Sosoknya yang tangguh, ulet, pekerja keras, dan selalu memendam kesusahannya sendiri adalah karakter yang sangat kuat dari si tokoh utama. Pada awalnya kehidupannya bahagia bersama keluarganya. Namun sebuah keinginan Dyah kecil yang akhirnya mengantarkannya pada episode-episode hidup yang harus dihadapinya sekuat tenaga. Dimulai dari kematian Mae, kehadiran Ibu tiri, pergi merantau ke kota Jakarta bersama Buliknya, bekerja sebagai pembantu hingga tidak diberi gaji oleh majikannya, kemudian menikah secara terburu-buru dengan lelaki tampan yang kerjaannya hanya main game online, cerai, bertemu dengan sahabat lama, dan sisanya silahkan dibaca saja bukunya ya!

Opini

Novel ini benar-benar menguras emosi dari pas awal baca sampai tamat. Dari mulai Dyah sengsara, dihimpit kesusahan sana-sini, hingga dibuat cengar-cengir sendiri, gemes di detik-detik akhir menuju cerita ini selesai. Novel ini memberikan aku sudut pandang yang baru mengenai pasangan hidup. Bahwa merubah karakter seseorang itu susah. Tidak bisa dirubah hanya karena dia sudah berumah tangga. Hal ini memberikan aku pelajaran bahwa pada saat kita akan memilih pasangan hidup adakalanya segala kebaikan, keburukan, visi-misi, cita-cita masing-masing dari setiap pasangan diungkapkan agar ketika menikah setidaknya kita sudah memiliki gambaran mengenai dirinya itu seperti apa dan mau bagaimana. Selain itu dalam novel ini juga sangat ditekankan perihal komunikasi sesama pasangan. Tidak ada yang ditutupi, semua dibicarakan baik-baik dan tak kalah pentingnya sebuah komitmen dalam hal ini harus dibuat. Lalu bagaimana kita harus bisa meredam ego sendiri, jangan sampai rumah tangga rusak karena ego sendiri yang tidak bisa ditahan.

Novel ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang tengah mencari jodoh ataupun yang sudah menikah. Banyak pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari novel ini. Selain itu bahasa yang digunakan dalam buku ini jelas, to the to point, dan tidak menggurui. Hanya saja di awal-awal bab novel ini aku sempat kebingungan dengan alur ceritanya yang maju-mundur.

Kata-kata indah dari novel ini

Hidup yang penting memang bukan perkara mewah, tapi berkah. Berkah itu yang akan membuat segalanya menjadi cukup bahkan berlimpah. Saat membutuhkan, Gusti Allah senantiasa membuka jalan, selama kita percaya dan tak berhenti berdo’a, insya Allah. Hal. 17

Takdir harus diterima. Tapi pelajaran besar terselip di baliknya. Hal. 32

Kedua orang tua telah menunjukkan, pernikahan bukan sekedar pemenuhan kebutuhan biologis lelaki terhadap perempuan, bukan pula soal hegemoni kaum Adam atau sebaliknya. Ada agenda mulia di balik tradisi pernikahan.

Sebagaimana Ayah, dia telah memilih. Membuka pintu terhadap keberadaan seorang perempuan yang akan mendampingi, bukan hanya melengkapi hidupnya sebagai lelaki, namun menjadi pasangan, yang mengantarkan anak-anak ke gerbang dewasa. Satu keluarga hingga menutup mata. Satu keluarga tak cuma di dunia namun sampai ke surga. Hal 83

Harapan – seperti bisa ditebak- sering kali tak bersanding dengan kenyataan. Hal 205

Tentang Penulis

Asma Nadia dikenal sebagai salah satu penulis best seller paling produktif di Indonesia. Sudah 59 bukunya diterbtikan dalam bentuk novel, kumpulan cerpen, dan nonfiksi, selain puluhan antologi bersama.

Berbagai pengahargaan di bidang penulisan diraihnya. Salah satunya adalah Derai Sungai (Bidadari Berbisik) terpilih sebagai novel terpuji Majelis Sastra Asia Tenggara 2005.

Asma Nadia yang juga dikenal sebagai Jilbab Traveler, telah menjelajahi 72 negara dan 525 kota. Sepanjang perjalanan, ia menyalurkan hobi di bidang fotografi, dunia lain yang dicintainya. Interaksi dan informasi tentang buku-buku Asma Nadia serta jejak traveling-nya dapat diakses melalui:

#Twitter, Instagram: @asmanadia

#Instagram @asmanadiaphotography @asmanadiapreloved @tokoasmanadia @rbasmanadia

#Fanpage Facebook: Asma Nadia

#Wechat/Line: asmanadia4

#Tiktok: asmanadia4

#Youtube: Asma Nadia

Selamat membaca bagi yang belum membaca novel Asma Nadia ini. Dijamin gak akan nyesel!

Regards,

1 thought on “[Review] Novel Sehidup Sesurga Denganmu – Asma Nadia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *