Catatan Harian

Sebuah Ajakan

Aku tidur tepat pukul satu dini hari. Berdoa lantas menutupi tubuh dengan selimut lalu memejamkan mata.

Saat itu di tengah siang bolong, aku berdiri sendiri di tengah-tengah lapang. Sampai akhirnya sebuah mobil berhenti di depanku dan temanku mengajakku untuk menaikinya. Aku memilih duduk di belakang dan tak lama setelah mobil itu berjalan temanku kembali menghentikannya. Seseorang memasuki mobil yang aku tumpangi itu dan duduk di samping temanku di depan. Aku terperanjat kaget. Dia? Kenapa mesti dia lagi? Memakai kemeja ungu lengan pendek dan jeans hitam, rambut di sisir rapih membuat aku tak bisa berhenti mengaguminya.

Astagfirullah.

Hingga akhirnya kami sampai di sebuah pinggiran sungai yang dikelilingi pepohonan rindang. Suasananya asri dan juga sejuk. Kemudian dia mengajakku keluar dari mobil dan aku mengekor dibelakangnya.

“Tunggu di mobil ya!” Teriak temanku yang menjadi supir itu sambil tersenyum jail. Aku hanya mengerutkan kening. Ini maksudnya apa ya?

Dia terdiam sesaat saat kami sampai di pinggir sungai. Airnya yang jernih membuatku ingin menceburkan diri ke dalamnya.

“Hmm.” Dia berdehem sebentar membuat aku menoleh padanya dengan perasaan tak menentu.

Kemudian dengan hati-hati dia merogoh saku belakang jeansnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.

“Menikahlah denganku.” Ucapnya sambil membuka isi kotak itu, menyodorkannya di hadapanku lalu menatapku sungguh-sungguh. Hatiku berdebar tak karuan. Ini benar atau??? Belum sempat aku jawab tiba-tiba…

“Hei bangun. Bentar lagi shubuh.” Tangan temanku menepuk bahuku membuatku langsung terperanjat kaget lalu melihat jam di sampingku.

“Sepuluh menit lagi.” Gumamku dan yah! Mimpinya kepotong kan belum aku jawab huuuhh.

Aneh. Ini aneh. Kenapa setelah mimpi peringatan itu kok yang hadir dia malah lamar aku sih? Aku sebelumnya gak kontekan sama dia, gak ketemu juga, gak mikirin dia. Yang ada aku terus mengingatkan diri aku kalau dia udah ada yang punya dan mustahil aku bisa memilikinya.

Ah sudahlah. Setidaknya mimpi ini mampu membuatku tersenyum seharian. Hihii..

Ini adalah kali pertama mimpi dilamar.

Love,

Sumber gambar:

www.pixabay.com

1 thought on “Sebuah Ajakan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *