Catatan Harian

I’m Confused

Hai! Have you ever felt like, 

“Aku tuh bingung mau ngapain sih.”

“Pengen nangis tapi apa yang harus ditangisi?”

“Mau nulis tapi bingung mau nulis apa coba?”

Yup, today I’m feeling that. Asli. Perasaan tuh campur aduk gitu. Entah mungkin karena beban yang lagi banyak-banyaknya, tugas belum kelar juga; skripsi, belum lagi kerjaan yang emang nuntut aku buat extra bahkan super-duper extra sabar. Pengen nangis tapi bingung apa yang mesti ditangisi. Capek iyah tapi aku gak bisa berbuat banyak. Sayangnya kalau lagi kayak gini aku gak bisa fokus sama sekali. Semuanya buyar aja. Fikiran aku entah pergi ke mana seharian ini. Ditanya ini jawab itu atau malah bengong dulu. Ya Allah… What’s wrong with me?

Mau jujur aja deh iya. Gak apa-apa ya. Ngomong ke orang males entar dikiranya ngeluh mulu bersyukur harusnya. Padahal point yang disampaikan bukan itu. Cuma pengen mengakui aja kalau aku itu lagi capek, kesel, kecewa, bawaannya pengen marah-marah. Hidup tuh serasa kayak ya udah gini-gini aja. Ditambah lagi pandemi gini yang bikin hati was-was setiap hari.

Aku capek juga jenuh dengan rutinitasku kali ini. Meski begitu aku selalu menguatkan diri aku sendiri agar tetap semangat and do the best. Why? Karena ribuan orang di sana sedang sibuk melamar pekerjaan sana-sini. Sementara aku? Alhamdulillah aku masih bisa bekerja di tengah pandemi yang sedang menghantui.

Aku kecewa dan juga pengen marah atas diri aku. Why? This is because my last project. Hitunganku kali ini kembali meleset. Sebelumnya aku menargetkan kalau bulan September ini aku bisa menyelesaikan bab 2 but in the fact? Aku tau aku udah berusaha, bahkan sebelumnya aku sempet gadang, force my self to do that even though my body was already tired. Sampai akhirnya aku kena flu dan juga sakit kepala. I knew, that was wrong. Aku udah maksa diri aku diluar kesanggupannya. Padahal tubuh aku juga butuh istirahat yang cukup. Lantas bagaimana? Kalau semester ini gak kelar-kelar lagi? Mengapa tugas akhir ini terasa menakutkan sekali bagi aku? Common! Keep calm and take a breathe first. Remember. Sekali kita berusaha dan tetep minta kemudahan sama Allah yakin! Allah never leave us. Allah forgive me. Lupa kalau manusia hanya bisa sebatas rencana tapi Allah yang menentukan. Ikhlas udah kerjakan semampunya, jujur, gak usah terburu-buru biar Allah yang sampaikan tidaknya itu urusan nanti.

Tetap semangat ya wahai diri. It’s ok not to be ok, right?

Have a nice dream,

Sumber gambar:

www.pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *