Diary of Jamillah

Prolog – Diary of Jamillah

“Makannya punya pacar biar enggak sendiri terus.”

“Sendiri aja nih enggak bosen emang?”

“Yang lain udah otw nikah kamu kapan?”

Rasanya aku muak dengan ocehan teman-temanku yang sering membullyku dengan ucapan kurang lebih seperti itu. Padahal mereka orang yang tahu soal agama.

Qul khoiran au liyasmut yang artinya berkata yang baik atau diam, dalam artian kalau sekiranya yang akan keluar dari mulut kita adalah ucapan-ucapan yang akan menyakitkan hati orang lain lebih baik diam. Tapi nyatanya apa? Masih bisa-bisanya ya mereka berkata seperti itu kepadaku. Tahu sih mereka cuma sekedar bercanda, tapi kalau terus-terusan di omongin kayak gitu siapa yang tahan? Lagi pula ini udah bukan urusan bercanda lagi! Ini udah menyinggung privacy aku sendiri.

Memang urusan fisik aku jauh dari kata sempurna. Aku bukan sosok perempuan yang berwajah cantik jelita dengan tubuh proposional seperti Hana temanku atau berotak pintar, penuh percaya diri dan si pemberani seperti Naura masih temanku juga. Atau satu lagi si hidung mancung ala orang arab dengan kedua lesung di pipinya, Sarah. Ah sudahlah, aku ya aku. Tak bisa dibandingkan dengan diri orang lain.

Hai! Selamat datang di duniaku, dunia Jamilah. Jamilah nama yang cantik tapi tak secantik wajahku. Huhuu.. Astaghfirullahaladziim.

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *