Catatan Harian

Menyesal?

Tulisan ini terinspirasi dari blog beradadisini.com written by Kak Hanny Kusumawati with the title My Regrets …

What are your regrets? Tanya Kak Hanny ditulisannya itu.

Setiap orang pasti memiliki penyesalannya tersendiri begitupun aku. So in this nice occasion I want to tell you about my regrets and do you know what? Menulis hal ini ternyata butuh keberanian juga karena ya seperti menguak kembali kenangan lama yang tak ingin diingat lagi.

Ada beberapa hal-hal yang aku sesalkan dalam hidup ini. Pertama, hal yang paling aku sesalkan pertama kali adalah keputusanku untuk membuka hati lebar-lebar atas kehadirannya. Selama ini aku berfikir alasan apa yang membuatku bisa dikatakan susah move on lantaran kisah kita yang tidak ada ujungnya. Semua hal yang pernah terjadi dibiarkan begitu saja mengalir tanpa kepastian, tanpa kejelasan. Event though our story happened about ten years ago. Untuk kamu yang berani memulai berarti harus berani mengakhiri jika memang tak bisa dilanjutkan kembali. And I realize that I just need the answer about my questions. Why? Why did you come to me ten years ago?

Kedua, hal yang aku sesalkan adalah mengapa aku terlalu jadi pecundang hingga salah satu mimpiku sampai saat ini belum juga terwujud? Kenapa tidak dimulai dari pas aku remaja? Kalau saja aku mengejar cita-citaku dulu mungkin… Ah sudahlah semua sudah terjadi tak perlu disesali.

Ketiga, aku benci dan menyesal dengan salah satu sifat yang aku miliki; aku terlalu baik sama orang, terlalu percaya sama orang, mudah iba melihat orang lain, hingga akhirnya tanpa sadar sebenarnya aku ini dimanfaatkan mereka. Sebut saja saat aku duduk di bangku SMP, seorang cowok, kakak kelas aku yang jadi ketua OSIS tanpa ada angin tiba-tiba ngedeketin aku dan giving me attention more. Parahnya dia udah punya cewek! Gila enggak? Sampai akhirnya aku minta kejelasan ke dia soal kedekatan kita ini apa dan dia jawab bahwa aku itu adalah ‘cinta yang tak bisa dimiliki.’ Dan bodohnya aku saat itu percaya aja sama itu orang hingga akhirnya dia pernah menggunakan namaku untuk membuat sebuah kuisioner yang berisi suka atau enggaknya para anggota OSIS ke dia. Besoknya aku yang gak tahu apa-apa disamperin kakak kelas lah dengan sederet pertanyaan. Dipanggil kakak kelas kan hal yang paling menakutkan. Apalagi saat itu aku dipanggil oleh orang-orang terdekat pacarnya dia. Hingga akhirnya si pacarnya itu tahu aku dekat sama dia dan pernah ribut juga mereka, pasti salah satu sebabnya gegara aku juga. Nah setelah motifnya itu ketahuan dengan tegas aku bilang sama dia buat jauhin aku, gak usah kirim-kirim lagi sms. Alhasil tiap papasan di sekolah aku selalu menghindarinya.

Dan hal ini juga berlaku untuk kamu, yang dulu pernah dekat denganku. Apa jangan-jangan kamu dulu mendekatiku dan memberiku harapan untuk saling percaya lantaran aku seorang ketua OSIS juga?

Memang tak akan pernah ada habisnya jika kita membahas soal penyesalan-penyesalan atas hal yang telah terjadi dalam hidup kita ini. Namun, yakini saja di dunia ini tidak ada hal yang terjadi sia-sia bukan? Semuanya pasti ada alasan dan juga hikmahnya. Meski di dunia ini selalu saja ada hal-hal yang tidak pernah bisa kita temukan alasannya, why is this happened to me? Yang hanya bisa kita terima dan peluk erat-erat semua hal yang tengah bahkan yang sudah menimpa kita. Bukankah itu  sebagai salah satu bentuk dari percaya akan taqdirnya Allah?

Positive thinking… Segala sesuatu udah ada kadar aturannya

Itu adalah salah satu nasihat dari temanku. Iya menyesali akan sesuatu hal gak apa-apa biar ke depannya kita gak ngulangin kesalahan yang sama. Cuma ya kalau terus menyesali? Dimana wujud keimanan kita terhadap taqdir Allah?

Self reminder,

Sumber gambar:

www.pixabay.com

Avatar

De Ihat

Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *