Ketika Kamu Memutuskan untuk Menikah

Ketika kamu memutuskan untuk menikah maka pilihanmu itu kembali lagi pada dirimu sendiri. Atas dasar apa kau memilihnya? Sudahkah sejalan visi-misinya? Ridhokah orang tua kalian atas pilihan kalian masing-masing? Siapkah kau untuk menerima segala kekurangan, kelebihan, bahkan masa lalunya?

Jika memang belum yakin maka berdoalah pada Allah. Minta petunjuk-Nya, minta jawaban yang terbaik dari-Nya. Jangan risau dengan ucapan orang-orang di sekitarmu. Perkara umur bukan sesuatu yang menentukan kadar kedewasaanmu. Perkara rizki yang kamu miliki saat ini bukan menentukan mapan tidak mapannya di hari esok, karena bisa saja berubah bukan? Perkara paras cantik dan rupawan bukan sesuatu hal yang menentukan bahwa ia pasti akan selalu dilirik dan mudah untuk segera menikah. Tidak. Faktanya masih banyak perempuan-perempuan cantik dan laki-laki rupawan yang memilih untuk sendiri dulu.

Maka semuanya kembali pada pilihanmu.

Jika kamu sudah merasa pantas, layak, bahkan siap untuk berumah tangga, mengapa tidak? Mengapa harus mendengarkan kebisingan dari mulut-mulut mereka yang tentunya tidak akan bertanggung jawab atas pilihanmu. Mau hasilnya jelek ataupun bagus tetap kata-kata itu akan terus terlontar dari mulut-mulut mereka. Karena pada akhirnya nanti yang akan menjalaninya adalah kamu bukan aku, dia, atau mereka.

Selagi yang diutarakan itu adalah niat baik, niat yang menghindari kita dari perbuatan dosa mengapa tak kau sambut dengan tangan terbuka jika memang hatimu mampu dan yakin untuk menyambutnya?

Jika memang tak siap maka tolaklah secara halus dan jangan beri kesempatan seolah kamu punya perasaan yang sama namun nyatanya kamu belum siap menuju gerbang pernikahan. Itu hanya akan membingungkannya.

Bukankah kita harus memilih antara melepaskan atau menghalalkan?

Best regards,

Sumber gambar:

https://pixabay.com/photos/hand-get-married-for-men-and-women-5075438/

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *