Pernahkah gak sih kamu minta tolong sama orang lain dan orang lain itu malah jawab, “I’m sorry. I’m busy now.” “Sorry, I don’t have time for that.” Dan bentuk segala penolakan dengan dalih sibuk?

Tapi bedanya hal ini enggak berlaku bagi orang yang emang care sama kita atau orang yang lagi mabuk asmara sama kita. Apapun pasti akan dilakukan dan tidak akan mengenal kata “Sibuk.” Nah lho hayo. Udah tahu perbedaannya gimana?

In my opinion, actually we don’t have sentences for saying busy. Kenapa? Karena bukannya kita sibuk sih, kitanya aja yang gak menyempatkan. Contohnya kamu ingin jadi penulis, tapi kamu sibuk kerja misal. Coba fikir lagi dari waktu 24 jam memangnya kamu kerja siang-malam gak ada hentinya? Gak ada istirahatnya? Palingan kan kalau kerja kantoran masuk jam 8 pulang jam 5 sore dan di waktu pagi sebelum berangkat kerja kamu bisa menyempatkan untuk menulis atau sepulang kerja menjelang tidur misal. Toh kalau dikerjakan rutin tulisanmu kelar juga. Bener gak sih? Tapi hal ini memang tidak semudah saat kita mempraktekannya. Jangan jauh-jauh ke orang lain, aku pun terkadang begitu. Sibuk nulis skripsi lah, ngurusin anak-anak di pondok, lha memangnya waktu 24 jam dalam sehari dipakai buat kegiatan itu doang? Enggak kan? Kadang kalau lagi sadar terus coba menyempatkan buat nulis, waktu satu jam itu berharga sekali. Selain bisa mengahasilkan tulisan lalu diupload di blog pribadi, emosi dan juga fikrian ruwet yang berseliweran di dalam otak bisa hilang seketika. Efeknya aku bisa rileks sejenak dan fikiranku lebih jernih setelah aku selesai menulis. Even, pas memulai ngetik suka bingun mau nulis apa ya, ya udah lanjut aja dulu nanti juga ketemu benang merahnya.

Jadi untuk sesuatu hal yang sedang kamu cita-citakan jangan sampai kata “Aku sibuk” mengalahkan segalanya. Mulailah menyempatkan diri disela-sela kegiatan harianmu dan konsisten dalam melakukannya. Biar pelan asal sampai bukan?

Regards,