Ya Udah Jalanin Aja

Akhir-akhir ini entah kenapa baik itu di status WhatsApp, IG stories, atau di feed-nya kecuali di Twitter ya banyak banget orang yang upload tunangan, nikah, atau minimal udah punya pasangan gitu gak jomlo. Sementara aku di sini sebagai viewers cuma bisa gigit jari. Huhuuu.

Entah mengapa isu soal kejomloan, tunangan/khitbah, nikahan menjadi hal yang sangat sensitif bagiku saat ini. Termasuk ketika kemarin Bapak nanya soal teman-teman SMA yang udah nikah siapa aja. Aku mencoba untuk menghitung teman-teman perempuannya saja yang sudah menikah dan hanya tersisa beberapa orang lagi yang masih jomlo, including myself. Aku langsung jawab sensi gitu sama Bapak, hingga Bapak bilang gini,

“Bapak kan cuma tanya. Kok langsung marah.”

Entah kenapa ya rasanya jadi deg-degan gitu. Entar gimana kalau aku yang terakhir nikah di angkatan teman SMA? Fikiran jelek mulai berkeliaran di kepalaku. Padahal segala sesuatu sudah diatur sama Allah.

Kalau penyakit iri udah dateng kayak gini nih ya, tiba-tiba aku jadi inget sama teman aku yang tahun lalu meninggal. Siapapun yang ada di posisinya pada saat itu pasti iri. Udahlah dia cantik ya, tubuhnya proposional, baik hati, dan gak jutek, habis KKN dia udah dilamar sama yang sekarang jadi suaminya, terus pas mau masuk semester 8 kalau gak salah dia nikah ganti status dong jadi istri ya, nyusun skripsi dan wisuda dalam posisi hamil, lulus tepat waktu, selang beberapa bulan dari wisudanya itu dia melahirkan, hanya saja Allah berkehendak lain. Teman aku itu hanya diberi waktu 24 jam untuk menyandang gelar seorang Ibu hingga pada keesokan harinya Allah memanggilnya untuk pergi ke tempat peristirahatan terakhir selama-lamanya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Dari sana aku berfikir kehidupan seseorang kan gak akan ada yang tahu ya ke depannya kayak gimana. Aku jadi mikir dan nanya ke diri sendiri kayak gini,

“Kamu mau gitu segala sesuatunya Allah permudah karena Allah punya misi lain biar kamu cepet pulang ke asal selama-lamanya? Udah jalani aja yang ada, gak perlu iri sama pencapaian orang.”

 Kadang gitu kalau terlalu sering buka-buka medsos. Ujung-ujungnya liat kehidupan orang. Argh…

Udah ya saat ini kamu hanya perlu fokus sama tujuan kamu, hidup kamu, cita-cita kamu, gak usah lirik sana-sini capek.

Regards,

Photo by Austin Distel on Unsplash

Author

De Ihat
deihatblog@gmail.com
Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bilangnya sih "Sibuk"

December 8, 2020

Seleramu Ketinggian Kali

December 15, 2020