1. Berawal dari Didiskualifikasi

Juli, 2010

Semua ini gara-gara temen-temen satu kelas aku yang egois! Semuanya pada ngurusin acara fashion show. Padahal yang ikutan lomba bola tembak udah ditentuin dari awal siapa-siapanya. Ujung-ujungnya apa? Kelas aku didiskualifikasi dari lomba bola tembak lalu aku dipanggil sama ketua pelaksana dan diomeli di pinggir lapang! Sial! Gimana? Mau ditaruh di mana mukaku?!

Aku segera menaiki anak tangga dengan perasaan kesal. Kelasku berada di lantai dua namun aku enggan masuk ke kelas. Aku hanya berdiri di koridor kelas sambil menonton pertandingan kelas selanjutnya sendirian. Teman-temanku yang lain yang sudah siap untuk ikut lomba bola tembak akhirnya pamit pulang duluan. Dari dua belas orang per regu tersisa dua orang yang siap untuk mengikuti lomba bola tembak. Gimana gak kesal coba? Yah beginilah nasib masuk ke anggotaan OSIS. Bukan perkara mudah ngurusin siswa-siswi yang pasti memiliki kemauan yang berbeda setiap orangnya.

Pertandingan pun dilanjut dengan pertandingan bola voli putra. Aku melihat Arman dan Daffa, teman satu kelasku yang menjadi wasitnya. Tiba-tiba Kak Reihan, sang Ketua OSIS berjalan mendekat ke arah Arman. Aku tersenyum ke arah Kak Reihan. Tiba-tiba Kak Reihan malah membisikan sesuatu ke telinga Arman lalu menunjuk ke atas, ke arahku. Aku buru-buru balik badan.

“Kak Reihan ngapain sih nunjuk-nunjuk aku ke Arman.” Batinku. Hatiku deg-degan tak menentu. “Dasar! Ketua OSIS jail,” gumamku sambil tersenyum lalu berjalan pergi ke kelas untuk mengambil tas dan pulang duluan tanpa pamit kepada teman-temanku.

Amarahku lenyap seketika.

***

created by using canva.com

Setelah selesai mandi dan sholat maghrib aku mengecek hp Nokia tipe 3310 yang tersimpan di atas lemari. Begitu kulihat ada tiga pesan yang masuk. Salah satunya dari Kak Reihan.

Kak Rei:

Hei Arman!

Aku mendengus kesal sekaligus senang mendapati Kak Rei; panggilanku kepadanya mengirim sms duluan. Sebelumnya tiap kirim sms paling hal-hal penting dan itupun sangat jarang dilakukan. Kak Rei kenapa sih? 

Aku hanya membiarkan pesannya itu sampai setelah melaksanakan sholat isya aku baru membalas pesannya.

Me:

Kak Rei, bsk acara terakhir PORSENITAS ea?

Kak Rei:

Ea… Ekh Rei minta maaf ma anak 11 IPS 2 tadi di diskualifikasi. Rei jadi malu ma anak 11 IPS 2…

Me:

Ya gk pa2 kq. Malahan ank 11 IPS 2 yg malu. Lg pula slh ank 11 IPS 2 juga. Pdhl kn td itu ksmptan.

Kak Rei:

Makasih ya. Rei sebenar.a gk setuju di diskualifikasi. cument kta ketua acara sama Pak Budi. Oh ya… Rei minta maaf ma anak 11 IPS 2 kalau2 gk adil. Tlg sampein ya…

Me:

Insya allah Ocha smpein ma ank kls 11 IPS 2. Emm.. di hari terakhir PORSENITAS ada keg. baksos gk?

Kak Rei:

Insya allah ada… mank.a kenapa? Pengent sama Arman ya? Just kidding

Me:

Ikh.. Kak Rei Ocha mau tanya. Gimana sih rasa.a jadi ketua osis itu?

Kak Rei:

Jadi ketua OSIS tuh kadang enak kadang gk. Sebenarnya jadi ket. osis gk terlalu susah kok. tp ank buahnya yg susah. tp yg susah adil tanggung jawab nya 

Aku mulai banyak menguap hingga akhirnya aku tertidur dengan membiarkan sebuah pesan kembali masuk.

Kak Rei:

Ekh… Rei lupa bilang. Selain itu yang sulit tuh wktu ngarahin staf2 yg pada gk bener and pada malez. Jadi law pling staf yg bsa di andelin and lebih baik ketua selalu turun tangan saat ada acara.

Photo by who?du!nelson on Unsplash

Author

De Ihat
deihatblog@gmail.com
Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

Comments

Avatar
December 22, 2020 at 4:30 pm

Tapi dengan adanya seperti ini menjadi lebih hidup dan seru menurut ku si haha



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mengenangmu

December 15, 2020