2. Air Minum Botol

Ada waktu kosong nih buat nyetorin buku tabungan anak-anak ke ruang Tata Usaha, berhubung sekarang jam ke 2 lagi kosong dan gurunya berhalangan hadir karena sakit ditambah gak ada tugas. Yes!

“Ini udah ya gak ada lagi yang nabung…” teriakku di depan kelas. Well, karena aku seorang Bendahara kelas jadi selain menagih uang kas setiap minggu, setiap harinya aku harus mengingatkan teman-temanku yang akan menabung dan menyetorkannya ke bendahara sekolah.

“Eeh… bentar. Ini saya nabung,” ucap Ajeng sambil nyengir membuatku tersenyum masam sambil berdiri di ambang pintu.

“Ada lagi?” kataku memastikan dan tak ada seorang pun yang menjawab. Kemudian aku melihat Arman hendak keluar kelas dan dia berhenti tepat dihadapanku.

“Minggir,” ucap Arman dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.

“Mau ke mana?” Tanyaku sambil memberinya jalan.

“Kantor.” Jawabnya dingin sambil keluar melewatiku.

“Bentar.” Langkah Arman terhenti. “Titip ini buku tabungan anak-anak. Taruh di atas meja Ibu Silvi aja.”

Arman hanya diam saja lalu mengambil buku tabungan yang aku serahkan.

“Cie…cie…” Muncul Izul dari dalam kelas membuat Arman buru-buru pergi berjalan meninggalkan aku. Sementara itu aku hanya geleng-geleng kepala melihat Arman yang tampak seperti salah tingkah.

***

created by using canva.com

Begitu jam bel isitrahat berbunyi aku, Intan, dan Rahma segera berlarian menuju kantin. Akhir-akhir ini kami menjadi dekat, entah karena hal apa. Selesai membeli beberapa makanan ringan, kami kembali ke kelas. Begitu aku keluar dari kantin, aku melihat Kak Rei sedang nongkrong di koridor depan kelasnya. Merasa dia seperti sedang melihat ke arahku maka akupun memberanikan diri tersenyum ke arahnya lalu dia pun balas tersenyum. Namun aku tak yakin jika dia membalas senyumku. Bisa jadi ke orang lain kan? Ah.. udah gak usah ke geeran.

Hari ini sekolah lebih cepat dibubarkan di karenakan hari ini adalah hari terakhir acara PORSENITAS (Pekan Olahraga dan Seni Antar Kelas). PORSENITAS kali ini kelas aku harus menanggung banyak kekalahan dari tahun sebelumnya. Perlombaan footsal harus berada di urutan ke 3, basket putra udah kalah duluan, basket putri juara 2. Acara ini diakhiri dengan pertandingan footsal antara kelas 11 IPS 2 melawan kelas 12 IPA 3 dengan score akhir 4-6. Arman duduk begitu lemas saat pertandingan usai. Aku yang berada di kursi penonton hanya bisa menyaksikannya dari jauh. Ingin sekali aku memberikannya sebotol air minum. Tapi buat apa? Dia bukan siapa-siapa aku. Lagi pula perasaan aku selama ini bertepuk sebelah tangan bukan?  

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Author

De Ihat
deihatblog@gmail.com
Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

Comments



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3. Pesan Ciuman

December 24, 2020