Fiction

3. Pesan Ciuman

Hari Minggu hari yang selalu aku habiskan untuk berdiam diri di rumah. Setelah selesai menyetrika seragam untuk besok pagi dan menggantungkannya di dalam lemari, hp ku yang berada di dalam saku celana training panjang yang sedang aku pakai berbunyi, satu pesan telah diterima.

created by using canva.com

Intan:

Hai! CIUMAN YUK!

Hah?! Ciuman? Ngapain si Intan ngirim beginian? Omelku dalam hati saking terkejutnya membaca sms ini, aku kembali memencet tombol hp hingga layarnya pindah ke bawah.

Cari Ilmu Untuk Masa Depan maksudnya! Hahahaaa

Kirim pesan ini ke 4 kontak di hp kamu yah! Biar pada rajin cari ilmu 😀

Me:

Kget tau! Dikira ciuman apaan!

Intan:

Dsar otk msum emg! Hahaaa

Dasar! Batinku dalam hati sambil kembali memasukan hp ke dalam saku celana training yang aku pakai. Tiba-tiba sebuah ide melintas difikiranku. Aku kembali merogoh isi saku celana dan mengeluarkan hp. Sejurus kemudian setelah muncul pemberitahuan sms terkirim aku meletakkan hp di atas meja makan lalu pergi menuju kamari mandi untuk mandi sore.

“Hai Ocha dapet sms ciuman dari siapa?” Beni, adik laki-laki aku malah membacakan isi sms yang belum aku baca begitu aku selesai keluar dari kamar mandi. Jangan-jangan itu balasan dari Kak Rei! Mampus!

“Ciuman? Kamu ciuman?” Bapak yang sedang mengisi gelasnya dengan air putih langsung menatap tajam ke arahku.

“Bukan Pak. Bukan,” aku langsung merebut hpku dari tangan adikku. “Sini! Gak sopan baca sms orang!” Bisikku kesal dengan hati berdebar lalu pergi menuju kamar.

“Kamu ciuman?” Tanya Bapak lagi.

“Enggak Pak. Itu si Intan yang kirim!” Teriakku lalu mengunci pintu kamar . Saat aku melihat layar hp ternyata benar pesan itu balasan dari Kak Rei.

Kak Rei:

Hy Ocha… Dapet smz Ciuman dari siapa?

Aduh kalau kayak gini kan malu banget! Kenapa tadi make ngirim segala ke Kak Rei sih. Lagian dia kan Ketua OSIS. Nurunin harga diri kalau kayak gini!

Me:

Hehee.. Maaf kak itu dari Intan

Selang beberapa menit kemudian tak ada pesan lagi yang masuk. Aku cek lagi hpku. Enggak ada. Hingga pukul 10 malam saat aku akan beranjak tidur hpku masih saja diam, tak bersua sedikitpun.

Apa jangan-jangan Kak Rei marah? Aduuh!! Kok aku ceroboh sih! Mau ditaruh di mana mukaku besok kalau ketemu?

Image by Thomas B. from Pixabay