Catatan Harian

2020: Belajar Menerima

Posted on

Tahun 2020 pasti akan menjadi tahun yang tak akan pernah terlupakan oleh setiap insan di muka bumi ini. Setiap insan harus merasakan kehilangan, kegagalan, dan juga pelajaran baru yang sebelumnya tak pernah terbayangkan. Semua ini terjadi pada setiap insan tak terkecuali. Entah itu kehilangan anggota keluarga karena virus COVID-19, kehilangan pekerjaan, kehilangan kesempatan, gagal dalam mewujudkan rencana, dan juga mau tidak mau kita harus memaksakan diri agar bisa bertahan ditengah pandemi yang belum juga reda ini.

Tak perlu jauh-jauh melihat orang lain, saya menengok kembali perjalanan saya di tahun ini. Saya harus menelan pahit-pahit dan menerima kenyataan bahwa kelulusan S1 saya harus ditunda di karenakan judul skripsi saya diganti dan isi skripsi saya berantakan ditengah perjalanan. Belum lagi tempat kerja saya memberlakukan seluruh karyawannya untuk tidak keluar dari area pekerjaan dalam artian lokal lockdown demi menjaga dan juga menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan. Maka pada Agustus lalu saya membuat keputusan terberat dalam hidup saya. Saya melepaskan kuliah saya dan memilih pekerjaan saya. Selain itu urusan percintaan di tahun ini pula saya mengalami kegagalan lagi. Rencana-rencana yang sudah saya susun harus berantakan tanpa saya duga. Pada awalnya sangat berat untuk menerima semua ini. Tapi saya kembali mengingatkan juga menguatkan diri, Allah punya rencana sendiri. Tak usah khawatir ikuti alurnya.

Di tahun ini pula pergolakan batin terjadi. Semuanya diambang ketidakjelasan. Saat tempat kerja saya meliburkan karyawannya untuk beberapa bulan, perasaan khawatir akan di phk pun menghantui setiap hari.

Bagaimana kalau di phk? Tabungan habis tak ada yang tersisa lagi.

Tapi semua kekhawatiran itu ternyata tak terbukti. Alhamdulillah saya masih bekerja meski konsekuensinya kuliah harus saya tinggalkan dulu.

Namun ditahun ini pula saya belajar hal-hal baru. Seperti membuat blog pribadi, lebih rajin menulis di blog, jualan online, mengikuti kursus online, webinar, menonton K-Drama lebih bnayak dari tahun sebelumnya, sampai niat untuk belajar bahasanya melalui YouTube.

Jika sebelumnya di akhir tahun 2019 saya menuliskan harapan-harapan saya yang harus saya realisasikan di tahun 2020 maka tahun ini berbeda. Saya tak membuat lagi harapan-harapan itu. Harapan-harapan yang dibuat ditahun sebelumnya jelas membuatku sesak saat kenyataan yang diharapkan tak sesuai. Biarlah, tahun esok mengalir apa adanya sendiri. Meski begitu saya harus tetap menjalankan apa yang sebelumnya sudah saya impikan. Saya harus bisa menerima kenyataan pahit apapun itu.

Hanya saja, keinginan ini muncul begitu saja. Ditengah perjuangan yang masih saya perjuangkan saya berharap tahun besok saya bisa menyelesaikan kuliah saya dan bertemu dengan seseorang yang tulus menyayangi saya yang siap membawa saya menuju pelaminan. Semoga Allah kabulkan niat baik saya, diluaskan rezeki saya, dan hutang-hutang saya bisa selesai terbayar.

Thanks 2020! You have brought the new something unforgettable.

Ya Allah hamba serahkan segala rencana ini padaMu. Karena Engkaulah sebaik-baik pembuat rencana.

Menjelang pergantian tahun baru,

Photo by Immo Wegmann on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *