Fiction

6. Ini Siapa?

Posted on

Intan ngambek dong pas aku bilang kalau aku ngasih tau Kak Rei kalau dia suka gegara senyumnya itu. Dan keesokannya bener si Intan balas dendam! Dia ngasih tau Kak Rei kalau yang suka sebenarnya itu adalah aku bukan dia.

Mampus! Batinku. Nanti kalau ketemu gimana?

Sepulang sekolah, aku langsung ganti baju kemudian mengecek handphone-ku yang ternyata sudah ada pesan masuk. Salah satunya dari Kak Rei.

Kak Rei:

Cha maaf ea smlemzz xmx Ocha guak d blz… Coz Kak Rei y dah tdur…

Aku mengerutkan kening. Sms semalem yang mana? Aku berfikir sejenak. Oh iya sms yang pura-pura salah kirim biar sms-an tadinya. Hahaaa. Aku tersenyum sendiri mengingat kebodohanku.

Me:

Ya gk pa2 kq. Maaf ya. Ocha salah kirim itt jga.

Kak Rei:

Y haruz.a ke Arman. Just kidding

Me:

Ih… gk gtt jga Kak Rei. Kak Rei kali ke Kak Risna?

Kak Rei:

Siapa bilang?

Kenapa bilang gitu?

Me:

Gk kq… cument pngent aja blang gt heheehhhhhh

Kak Rei:

Guak seru ah…

Me:

Kok gk seru? Heheheehhhh

Kak Rei:

Gak seru L

Me:

Uuhh… Ngambek ya? Heheheehhh Just kidding

Duh sms apalagi nih? Kayaknya dia kesinggung kali ya? Sambil mikir mau sms apalagi aku mengeluarkan novel dari dalam tas.

Eh ka Rei kalau Intan ada nge sms gk?

Kak Rei:

Kmren-kmren ada. Knpa gtt?

Me:

Oh.. Nanya aja. Kak Rei lg apa? Maaf ya kalau Ocha ganggu

Kak Rei:

Lg sntai… Kalau Ocha lg apa?

Me:

Lg baca buku…

Hah baca buku apaan. Dari tadi ini buku gak dibuka-buka.

Kak Rei:

Kalau Arman lg dket sma siapa?

Me:

Gak tau sih. Tp akhir-akhir ini d kls suka d gspin sma Zahra.

Kak Rei:

Gak ke Ocha emang?

Me:

Gak.

Kak Rei:

Terus Ocha ke siapa dong?

Kok nanya yang kayak gini sih? Hati aku malah deg-degan gak karuan.

Me:

Ke siapa aja deh.. Hahaaa

***

Aku gulang-guling sendiri lantaran hitungan tugas akuntasi yang tak kunjung selesai. Ibu sudah menggedor-gedor pintu kamar menyuruhku untuk makan tapi aku mengabaikannya.

Dreet…dreet…

Handphone nokiaku bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk.

+6282119098xxx

Hy Ocha!!! Mau tnya nich. Kata Ocha Rei gimna orgny? Btw, q sma ank 12 IPA 3

Mataku terbelalak melihat tulisan 12 IPA 3…

Siapa ini? Kenapa tiba-tiba malah nanyain Kak Rei?

***

Aku duduk di kursi kantin menunggu Intan dan Rahma yang masih antri membeli makanan. Tiba-tiba Kak Monita datang dan duduk dihadapanku.

“Cha, kamu semalam sms saya?” tanya Kak Monita to the to point membuatku mengerutkan kening.

“Sms? Sms Kakak maksudnya?”

“Iya, katanya dari Ocha 11 IPS 2 minta nomor Risna.”

“Enggak Kak. Saya gak kirim sms ke Kakak.” What? Minta nomor Kak Risna? Jantungku dagdigdug tak menentu.

“Aneh ya. Terus siapa?”

“Nomornya apa Kak? Nomor saya IM3 Kak.”

“Kalau gak salah Telkomsel.”

Tak lama Intan dan Rahma datang menghampiri kami berdua.

“Yuk Cha, eh ada Kak Monita.” Ucap Intan sambil menyengir.

“Duluan ya Kak.” Kataku sambil menarik tangan Intan sementara itu Rahma menyusul dari belakang.

“Ada apa?” Tanya Intan dan Rahma berbarengan.

Aku hanya menggelengkan kepala. “Enggak. Enggak ada apa-apa kok.”

Jangan-jangan nomor yang semalam sms itu ya? Ke aku ngakunya anak 12 IPA 3. Kenapa ke Kak Monita justru ngakunya aku sih?

“Arman!” Sebuah suara dari arah belakang kami begitu kami keluar dari kantin.

“Kak Rei barusan di ambang pintu.” Bisik Intan dan aku tidak peduli.

“Rossa!” Panggil Kak Rei membuatku menoleh padanya dan saat aku menoleh dia tersenyum sambil menggerakkan kepalanya ke arah Arman yang sedang berdiri di sampingnya.

“Ih!” Dengusku sebal sambil tersenyum menahan malu sekaligus senang. Aku menarik lengan Rahma agar berjalan cepat sementara itu Intan hanya berkata ciee ciee sambil menyusul langkah kakiku dan Rahma.

***

Aku menunggu mobil angkutan umum sendirian di halte. Beberapa temanku sudah pergi duluan bahkan beberapa orang diantaranya membawa kendaraan motor sendiri. Aku menundukkan kepalaku sambil memperhatikan ujung kedua sepatuku yang kini nampak lusuh.

“Maaf, kamu Rosa Octaviani 11 IPS 2 bukan?” Sebuah suara mengagetkanku begitu aku mengangkat kepalaku dan dia….

“Kk…Kak Risna?!”

“Iya, saya Risna temannya Monita. Kamu Rosa Octaviani 11 IPS 2 bukan?”

Ini Kak Risna pacarnya Kak Rei kan?

“Ada apa Kak?” Hatiku dagdigdug tak menentu. Jangan-jangan sms aku selama ini dia udah baca juga di hp Kak Rei. Ah mampus! Bisa-bisa jadi daging panggang nih.

“Semalam kamu sms saya ya? Tapi tadi Monita bilang itu bukan kamu.”

“Lho Kak? Gimana saya bisa kirim sms ke Kakak, saya aja gak punya nomor Kakak.” Aduh siapa lagi yang ngaku-ngaku jadi aku. Apa jangan-jangan ada mata-mata yang selama ini mengetahui bahwa aku dan Kak Rei sering kirim sms? Aku terus memandangi jalan raya berharap mobil angkot yang akan aku tumpangi segera datang dan mengakhiri percakapan ini.

“Berarti benar ada yang ngaku-ngaku jadi kamu. Saya boleh minta nomor kamu Cha?”

“Eh?!” Pandangan kami bertemu. Buseeett Kak Risna cantik banget. Bulu matanya panjang dan lentik, bola matanya hitam kecoklatan, alis matanya rapih, kulit wajahnya mulus…

“Minta nomor hp kamu.” Ulanginya lagi membuyarkan lamunanku.

“O… Ohh …boleh Kak.” Kak Risna segera menyerahkan pulpen dan kertas note kecil kepadaku.

“Ini Kak.” Begitu aku selesai menuliskan nomornya, mobil angkot yang sedari tadi aku tunggu akhirnya datang juga. “Duluan ya Kak.”

Aku menghembuskan nafas lega begitu duduk di pojok angkot. Siapa lagi yang jailin aku kayak gini? Jadi degdegan. Gimana kalau Kak Risna tahu kalau selama ini aku sering tukar sms dengan Kak Rei? Duh! Gimana kalau nanti aku dilabrak sama temen-temennya? Baru aja suka udah datang cobaannya.

Kak Rei:

Maaf ganggu…
Tau nmr ini gx?

082119098xxx

Coz sering ng smz k Rei.

Begitu aku sampai di kamar setelah mandi sebuah sms dari Kak Rei masuk. Tuh kan nomor ini? Berarti korbannya aku, Kak Monita, Kak Risna, sama Kak Rei? Belum juga aku balas pesan Kak Rei, sebuah pesan baru masuk kembali.

+6282119098xxx

Hy Ocha! Pacarnya Armannya?

Apa?! Ini siapa sih?!

Me:

Klau gk ada ursan gk prlu ngaku2 pke nma org. Punya nma sndrie kn?!!

Sent!

Lama ku tunggu tak juga kunjung balasannya. Saking udah gregetnya aku coba menghubungi nomor sialan ini.

“Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jaringan…”

Ini siapa sih?!

Photo by Marcel Strauß on Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *