COVID-19 Benar-Benar Membuat Stress

Semester kemarin alhamdulillah kondisi di pesantren bisa terkendali dan aman dari ancaman virus COVID-19 ini. Namun semester ini saat prosedur dan peraturan diperketat qadarullah kami semua di sini mendapati ujian ini. Ustadz di sini bilang, setelah ikhtiar dan doa telah usai dilakukan sisanya mari bertawakal kepada Allah SWT.

Setelah hasil swab pcr pertama keluar, tiga santriwati dinyatakan positif maka kondisi di pesantren pun berubah terasa mencekam. Maka hari selanjutnya kami semua melakukan swab masal. Seluruh aktifitas di pesantren diberhentikan seluruhnya dan hanya fokus pada kesehatan. Kini sambil harap-harap cemas kami menanti hasil swab itu.

Sebagai seorang pengasuh peran saya kini ditambah menjadi seorang perawat. Sesuai intruksi dari dokter-dokter klinik milik pesantren kami semua dituntut untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan anak-anak. Mengingat penyebaran virus ini sangat cepat. Beberapa santri mulai kehilangan indra penciuman dan indra perasa. Mereka mulai di isolasi, dipindah ruangkan dari santri yang kondisinya sehat. Jujur saja, kondisi seperti ini membuat kami capek sekaligus stress. Belum lagi saat saya harus menghadapi anak yang kabur yang tidak mau diisolasi.

Telfon dari orang tua, chat tak henti-hentinya berdatangan setiap hari hanya untuk memastikan kabar anak-anak mereka. Saya sendiri sulit untuk mengungkapkan apa yang saya alami saat ini.

Saya hanya berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan hasil swabnya negatif. Aamiin

حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Keep spirit,

Image by PDPics from Pixabay 

Author

Avatar
deihatblog@gmail.com
Hi! I'm Ihat. Here, I just want to share about my life, my thought, and also my feeling. Enjoy with me :)

Comments

Avatar
February 11, 2021 at 5:25 pm

Haii mbak,
Waaah, cukup mencekam yaa ada 3 santriwati yang postif yaa. Semoga yang lain tetap aman yaa, dan mbak nya negatif. Selanjutnya di Pesantrennya bagimana? Apakah nanti diadakan isolasi mandiri semuanya atau gimana mbak?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Revisian!

February 1, 2021

Puisi Untuk Kamu

February 11, 2021