Waduh CV Ta’aruf? Udah kebelet nikah? Eh emangnya kebelet pipis? Bukanlah ya. Jadi kemaren-kemaren sempet penasaran aja gitu pas lagi bikin CV buat ngelamar kerja tiba-tiba aja sebuah ide terlintas dalam benak, kalau CV ta’aruf modelnya kayak gimana ya?  Dan pas buka lagi bukunya Mbak Dewi yang judulnya Awe-Inspiring Us, aku menemukan sebuah penanda buku dan pas aku buka dibagian yang ditandai tersebut ternyata itu membahas tentang CV ta’aruf. OMG, how can I forget this?! LOL!

Di dalam buku itu tepatnya di halaman 115, Mbak Dewi menuliskan secara singkat gambaran umum mengenai CV ta’aruf. Ok berikut ini cara membuat CV ta’aruf ala Mbak Dewi Nur Aisyah:

Pertama, profil diri. Pastinya ada profil diri kita sendiri ya. Nama, TTL, alamat, tempat bekerja, suku, golongan darah.

Saranku: kalian bisa memasukkan personal data kalian sedetail mungkin tapi yang perlu digaris bawahi janggan sampai memasukkan data palsu. Waduh bahaya banget tuh!

Kedua, gambaran fisik. Dalam kategori gambaran fisik ini, Mbak Dewi menyebutkan seperti tinggi badan, berat badan, warna kulit, tipe rambut, warna mata, riwayat penyakit, dsb.

Saranku: kalau nulis gambaran fisik kalian bisa tanyain ke orang terdekat kalian mengenai real nya diri kalian seperti apa. Karena kadang apa yang mereka lihat jelas berbeda dengan apa yang kita lihat. Apalagi soal fisik. Diingatkan lagi jangan sampai berlebih-lebihan apalagi memperbagus kondisi fisik yang tidak sesuai juga bisa bikin urusan runyam.

Ketiga, latar belakang pendidikan. Bisa disebutkan mulai dari jenjang SD. Bahkan kalau kataku dari TK juga boleh kalau mau, hehee. Asal jangan bohong aja. Dalam latar belakang pendidikan ditulis misal S1 padahal aslinya tamatan SMA.

Keempat, pengalaman kerja.

Kelima, daftar penghargaan/prestasi (kalau ada).

Keenam, gambaran keluarga.  Kalian bisa bahas soal ayah, ibu, kakak, adik kalian gimana.

Ketujuh, kriteria calon. Hihii. Ini yang paling ditunggu-tunggu. Well, sebelum beranjak menuliskan ini alangkah baiknya kalau kita udah nge list duluan dan udah difikirin mateng-mateng  mengenai kriteria calon seperti apa. Gak asal tulis yang penting dapet calon! Duh! Di dalam kategori kriteria calon, kata Mbak Dewi kita bisa menyebutkan mulai dari kriteria fisik ataupun hal lainnya seperti pendidikan, pekerjaan, suku, gambaran acara pernikahan, domisili ke depan, karier, target jangka pendek, dll.

Kedelapan, foto diri. Ini yang terakhir nih. Foto diri. Tapi foto dirinya yang terbaru ya. Jangan foto pas zaman UN SMA misal, hehee. Dan yang terpenting fotonya itu foto sendiri.

Begitulah cara membuat CV ta’aruf ala Mbak Dewi Nur Aisyah. Semoga bisa membantu kamu dan aku juga yang saat ini hendak membuat CV untuk ta’aruf. Heheeh. Kalau aku pribadi kayaknya masih harus dirumuskan mau apa aja yang ditulis di CV nya apalagi soal kriteria calon. Hihii. Tulisan di atas hanya ditambah dari opini dan juga saranku aja sih. Selebihnya itu terserah temen-temen sendiri mau dibikin seperti apa CV nya. Yang terpenting apa yang ditulis dalam CV itu bener-bener real dari dari kita sendiri yang apa adanya bukan ada apanya.

Terakhir, good luck! Semoga jodoh yang sedang diusahakan segera menemukan jalannya. Oh ya buat temen-temen yang punya ide lain/tambahan lain mengenari CV ta’aruf bisa komen di bawah ya.

Love,

 

 

 

Sumber:

Aisyah, D.N. 2018. Awe-Inspiring Us. Jakarta: Penerbit Ikon

Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay