4-Diary of Jamillah

3-Diary of Jamillah Sehabis sholat ashar berjamaah di masjid aku segera pergi menuju ruang sekretariat. Duduk di depan komputer lalu menyalakannya. “Teh kok Ustadz Azzam gak pernah telfon lagi ke sini sih,” keluh Nazwa yang sedari tadi duduk di samping telfon sekre. “Enggak tahu tuh. Coba tanyain aja langsung ke yang bersangkutan.” Jawabku sambil membuka …

3-Diary of Jamillah

2-Diary of Jamillah Oh jadi ini nomornya Ustdzah Jamilah kan ya? Saya save nomornya ūüôā Ada bunga-bunga bermekaran di hatiku. Astagfirullah udah stop Jamilah. Hus. Jangan baper dulu. Aku buru-buru menyadarkan diri sendiri dari khayalan-khayalan syetan. Ternyata orangnya ramah. Batinku. “Teh udah dikabari kan ke Ustadz Azzamnya?” Farida tiba-tiba datang menghampiriku. “Iya udah.” “Makasih Teh,” …

When it comes to me

I never realize that pertemuan-pertemuan kita, percakapan-percakapan kita akan menjadi sebuah candu. Entah itu aku, kamu, atau kita berdua. Pada waktu yang telah kita lalui bersama. Di moment-moment tertentu yang mengharuskan kita saling bertegur sapa. Sadar bahwa saat itu kehadiranmu belum berarti apa-apa untukku. Hingga kini saat waktu memberiku hal yang berbeda. Untuk seluruh komunikasi yang …

Menyesal?

Tulisan ini terinspirasi dari blog beradadisini.com¬†written by¬†Kak Hanny Kusumawati with the title My Regrets … What are your regrets?¬†Tanya Kak Hanny ditulisannya itu. Setiap orang pasti memiliki penyesalannya tersendiri begitupun aku.¬†So in this nice occasion I want to tell you about my regrets and do you know what? Menulis hal ini ternyata butuh keberanian juga …

Kekesalan Tadi Malam

Lama gak nulis sekalinya nulis ngeluarin energi negatif. Lebih tepatnya energi negatif semalam karena rasa kesal yang terbendung yang tak bisa diungkapkan langsung kepada orang yang bersangkutan. Bayangin, kamu malam-malam udahlah sibuk terus ada orang yang tiba-tiba nelfon kamu minta ketemu buat ngobrol padahal kamu udah jelasin kalau kamu gak bisa dan dia keukeuh aja …

2-Diary of Jamillah

Previous chapter Prolog 1-Diary of Jamillah Pesona Azzam benar-benar mengalihkan dunia santriwati! Ehh.. Lebai banget ya. Tapi emang begitu kenyataannya. Sampai-sampai santriwati asuhku bilang gini sehabis beres menelfon orang tuanya, “Ukhti mau deh minta sama Allah buat Ustadz Azzam jadi imam aku nanti.” Aku buru-buru memolotinya. “Masih abg ngomongin imam-imam. Belajar yang bener!” “Ahh.. Ukhti …

Membuka Luka Lama

Mengapa kita bertemu Bila akhirnya dipisahkan Mengapa kita berjumpa Tapi akhirnya dijauhkan Kau bilang hatimu aku Nyatanya bukan aku Yofie & Nuno-Sempat Memiliki Pernah enggak sih kamu nyesel gegara kamu ketemu sama orang itu? Atau misal nyesel pernah percaya sama ucapannya? Atau yah bentuk-bentuk penyesalan yang akhirnya selalu menyisakan tanya seperti di lirik lagunya Yofie …

Istirahat

Aku hanya ingin beristirahat sejenak dari segala kesibukan dunia yang melelahkan ini. Bukan, bukan berarti aku menyerah. Tidak. Aku hanya ingin beristirahat sejenak setelah itu melanjutkan perjalanan kembali. Aku hanya lelah, butuh istirahat. Lelah dari segala tuntutan yang ada. Lelah dengan kenyataan hidup yang begini-begini saja tidak ada yang special. Kisah cinta yang pahit, selalu …

1 – Diary of Jamillah

Previous chapter Prolog “Ukhti… Ukhti..” Itulah panggilanku di sini, Ukhti yang artinya saudara perempuanku. Ukhti Jamillah. “What happened?” Aku yang tengah berjalan di tengah lapang sehabis piket kegiatan belajar mengajar atau yang biasa disingkat KBM ¬†langsung menoleh ke belakang. Aku menjawabnya menggunakan bahasa Inggris. Di Pesantrenku memang harus dibiasakan untuk berbicara bahasa arab ataupun bahasa …