Mengenangmu

Aku terhenyak begitu seorang gadis yang masih menggunakan seragam SMA menangis di meja kerjaku dan memohon dengan sangat padaku agar novel karangannya itu bisa lolos seleksi dan bisa diterbitkan. Aku tanya mengapa bisa sampai memohon-mohon seperti ini? Dia menjawab, “Aku ingin balas dendam atas cintaku yang patah begitu saja.” Aku terdiam sebentar dan mengangguk-anggukan kepala. Balas dendam yang bagus. Batinku. “Saya tidak […]

Continue Reading

Seleramu Ketinggian Kali

I’m 23 years old. Terus? Masalah? Ya gak gitu juga sih. Cuma entah kenapa rasanya kok sedih ya pas tahu teman-teman seangkatan udah banyak yang lulus kuliah, punya pasangan, lamaran, nikah, punya anak, and so on. Sementara aku? I just stay here with the same situation. Masih harus beresin kuliah, masih kerja di tempat yang sama, masih jomlo tentunya. Hik… hik… […]

Continue Reading

Ya Udah Jalanin Aja

Akhir-akhir ini entah kenapa baik itu di status WhatsApp, IG stories, atau di feed-nya kecuali di Twitter ya banyak banget orang yang upload tunangan, nikah, atau minimal udah punya pasangan gitu gak jomlo. Sementara aku di sini sebagai viewers cuma bisa gigit jari. Huhuuu. Entah mengapa isu soal kejomloan, tunangan/khitbah, nikahan menjadi hal yang sangat sensitif bagiku saat ini. Termasuk ketika kemarin Bapak […]

Continue Reading

Bilangnya sih “Sibuk”

Pernahkah gak sih kamu minta tolong sama orang lain dan orang lain itu malah jawab, “I’m sorry. I’m busy now.” “Sorry, I don’t have time for that.” Dan bentuk segala penolakan dengan dalih sibuk? Tapi bedanya hal ini enggak berlaku bagi orang yang emang care sama kita atau orang yang lagi mabuk asmara sama kita. Apapun pasti akan dilakukan dan tidak akan […]

Continue Reading

Ketika Kamu Memutuskan untuk Menikah

Ketika kamu memutuskan untuk menikah maka pilihanmu itu kembali lagi pada dirimu sendiri. Atas dasar apa kau memilihnya? Sudahkah sejalan visi-misinya? Ridhokah orang tua kalian atas pilihan kalian masing-masing? Siapkah kau untuk menerima segala kekurangan, kelebihan, bahkan masa lalunya? Jika memang belum yakin maka berdoalah pada Allah. Minta petunjuk-Nya, minta jawaban yang terbaik dari-Nya. Jangan risau dengan ucapan orang-orang di […]

Continue Reading

Ketika aku sudah ingin menyerah

Hai! Kamu para pejuang skripsi. Bagaimana kabarnya? Sudah sampai mana? Bagaimana dengan dosen pembimbingnya? Menyenangkan kah? Atau menyebalkan? Aku sendiri aku sedang berada diujung jalan. Buntu. Capek. Dan ingin menyerah. Mendapatkan kedua pembimbing yang baik dan menyebalkan? Ah! Rasanya aku ingin sekali mendebat dosen pembimbingku itu! Mengatasnamakan kesibukannya terhadap mahasiswa yang lain. Lha aku sendiri dianggap apa oleh beliau? Toh […]

Continue Reading

Kamu? Apa Kabar?

Kamu? Apa kabar? Lama tak jumpa. Hampir delapan tahun. Bener gak sih? Do you still remember me? Ahaa atau udah lupa karena udah ada orang baru? Terima kasih karena sempat mampir, meski hanya dalam mimpi. Menjemputku dengan senyuman, menarik tanganku untuk pergi dari gerbang sekolah, berjalan beriringan berdua menyusuri indahnya hutan. Jepretan foto yang tercipta; kamu yang tersenyum dan aku yang tertawa […]

Continue Reading

4-Diary of Jamillah

3-Diary of Jamillah Sehabis sholat ashar berjamaah di masjid aku segera pergi menuju ruang sekretariat. Duduk di depan komputer lalu menyalakannya. “Teh kok Ustadz Azzam gak pernah telfon lagi ke sini sih,” keluh Nazwa yang sedari tadi duduk di samping telfon sekre. “Enggak tahu tuh. Coba tanyain aja langsung ke yang bersangkutan.” Jawabku sambil membuka program perizinan di komputer. “Kamu […]

Continue Reading

3-Diary of Jamillah

2-Diary of Jamillah Oh jadi ini nomornya Ustdzah Jamilah kan ya? Saya save nomornya 🙂 Ada bunga-bunga bermekaran di hatiku. Astagfirullah udah stop Jamilah. Hus. Jangan baper dulu. Aku buru-buru menyadarkan diri sendiri dari khayalan-khayalan syetan. Ternyata orangnya ramah. Batinku. “Teh udah dikabari kan ke Ustadz Azzamnya?” Farida tiba-tiba datang menghampiriku. “Iya udah.” “Makasih Teh,” Farida pun kembali bergabung bersama […]

Continue Reading

When it comes to me

I never realize that pertemuan-pertemuan kita, percakapan-percakapan kita akan menjadi sebuah candu. Entah itu aku, kamu, atau kita berdua. Pada waktu yang telah kita lalui bersama. Di moment-moment tertentu yang mengharuskan kita saling bertegur sapa. Sadar bahwa saat itu kehadiranmu belum berarti apa-apa untukku. Hingga kini saat waktu memberiku hal yang berbeda. Untuk seluruh komunikasi yang selalu aku hindari, pertemuan-pertemuan yang […]

Continue Reading