Teman tapi “Lupa” Maybe?

Zaman SMP aku pernah punya temen. Terbilang cukup dekat lah, meski aku tidak menyebutnya sebagai seorang sahabat karena itu terlalu menjijikan buat aku. Entah karena aku dulu berotak encer di kelas, sering bersaing bersama dia di urutan tiga besar di kelas, ditambah dulu itu aku ketua OSIS Putri yang membuat dia selalu ingin bersamaku, hingga pada saat pendaftaran masuk SMA […]

Continue Reading

Check Before Buy Something!

Hari tadi adalah hari terakhir jadwal santri asuh aku kontrol ke dokter and as usually I as a her room guide must accompany to see the doctor. Well, karena antriannya panjang dan harus nunggu dokternya juga dari pada gabut dan kesel terus ngantuk finally we went to the canteen for buying some foods. Cuma ambil-ambil aja beberapa makanan yang kita mau tanpa di […]

Continue Reading

Gak Mau!

Kemarin malam, saat temanku kebagian piket dapur sedangkan temanku yang satunya lagi yang tidak piket minta untuk dibawakan nasi. As usually, yang bagian piket dapur mereka diharuskan membawa nasi entah itu nanti akan dimakan oleh teman-teman lain yang berada di ruangan atau tidak. Nah hari itu temanku yang bagian piket dapur pulang-pulang ke ruangan gak bawa nasi. “Makan sama apa […]

Continue Reading

I was Shame with My Life

Tulisan ini dibuat karena terinspirasi dari vlognya Kak Gita Savitri yang berjudul “Kenapa Harus Malu?” Flashback ke zamannya aku dulu as the title that I was shame with my life. When I was youngster, I was shame dengan kondisi gigi Mamah aku yang hitam sampai akhirnya aku gak mau beliau datang ke sekolah buat menghadiri acara rapat. Kemudian aku pernah […]

Continue Reading

Semua Kini Menjadi Bermakna

Seneng aja tiap liat kamu, gak tau kenapa. Meski hanya sekedar papasan di jalan atau saat aku melihatmu dari kejauhan. Apalagi saat kamu bertanya padaku meski aku tau itu hanya basa-basi. Beberapa kenangan yang dulu aku anggap biasa saja nyatanya mampu membuatku tersenyum sendiri saat mengingatnya. Awal mula dari telfon kantor, kemudian soal lab komputer, aku yang tidak kebagian kursi […]

Continue Reading

Dari Aku

Tak bisa dipungkiri aku yang lebih dulu merasa sakit hati lantaran perkataanmu tempo hari membuat aku tak ingin lagi mengetahui tentangmu.  Menghapus semua percakapan-percakapan kita selama ini, mengunfollow akunmu, menghapus nomormu. Jujur aku muak dengan dirimu. Aku muak dengan rasa percaya dirimu yang terlalu tinggi yang menafsirkan bahwa aku begitu sangat menginginkanmu.  Aku tak ingin lagi berjumpa lagi denganmu, bahkan saat […]

Continue Reading

My Mistakes

Hari itu saya dikejutkan dengan suara rekaman mengaji teman satu kelas saya dulu. Saya merinding mendengarnya, tidak percaya bisa semerdu itu saat membacakan kalam-kalam Allah. Kemudian saya memberikan satu permintaan kepadanya untuk merekam surat Al-Mulk, surat favorit saya. Selang tak lama ia malah mengunggahnya di status WhatsApp. Entah mengapa saya justru menangis mendengar suaranya yang merdu itu. Sembari mendengar statusnya […]

Continue Reading